Kuperkosa Mantan Guruku

24 09 2010

Namaku adi, aku saat ini berumur 21 tahun, aku sekarang masih kuliyah disalah satu universitas ternama di Malang. Waktu aku masih duduk dibangku SD aku pernah mempunyai seorang guru wanita yang membuatku selalu membayangkannya tiap malam. Dia bernama Bu Lilik Masriyah, dia sudah mempunyai suami bernama Pak Lukman yang juga seorang Guru. Bu lilik mempunyai 3 orang anak, anaknya yang pertama sebaya denganku sedangkan anaknya yang kedua kelas 1 SMA, anaknya yang ketiga duduk dibangku TK. Bu lilik dikenal oleh semua murid sebagai guru yang otoriter, begitu banyak murid murid yang takut bila dia yang mengajar. Tapi dimataku dia adalah wanita yang perfect. Saat ini Bu lilik adalah seorang wanita yang berumur 40 tahun yang anggun, dia cantik, kulitnya putih, hidungnya mancung, bibirnya merah delima, rambutnya sebahu, postur tubuhnya tinggi, body tubuhnya lumayan dan masih singset daripada wanita 40 tahun lainnya. Sewaktu aku masih duduk dibangku SD, tak sengaja sering terlihat BH yang dipakai Bu lilik waktu dia sedang menulis di papan tulis ataupun waktu dia sedang duduk. Hal – hal itu yang membuatku terbayang – baying setiap saat setiap waktu. Bisa dibilang masa puberku waktu itu terjadi karena sering membayangkan aku bercinta dengan Bu lilik. Dasar anak – anak pikirku.

Setiap pulang dari malang aku selalu lewat depan rumahnya, kulihat rumahnya selalu sepi. Mungkin setiap aku lewat dia tak sedang berada diRumah. Singkat cerita Waktu itu aku tiba dirumah pukul 12 malam. Aku sejenak duduk diruang tamu kulihat dimeja ada sebuah undangan reuni dari sekolah SD ku dulu. Besoknya aku datang ke tempat reuni aku bertemu dengan banyak teman – teman SD disitu. Kulihat Bu lilik juga hadir dalan acara tersebut. Ku lihat dia masih tetap cantik seperti dulu. Dalam acara tersebut panitia reuni mengadakan tour ke Bali dalam rangka ulang tahun berdirinya sekolah. Kebetulan 1 minggu aku libur kuliyah dan aku memutuskan untuk ikut dalam tour tersebut. Pukul 4 sore acaranya selesai. Aku segera menghampiri Bu lilik. Ku jabat dan kucium tangannya seraya memberi hormat padanya. Hanya beberapa menit kami ngobrol. Kulihat yang lain sudah pada pulang. “Bu nunggu siapa? Kok belum pulang? Nunggu jemputan yah??” tanyaku sambil tersenyum kecil. “iyah.. ibu nunggu jemputan anak ibu…” jawabnya sambil membalas senyumku “loh memang suami Bu lilik kemana kok anak ibu yang jemput???” tanyaku lagi. “suami ibu lagi melayat ke rumah temanya kedua anak ibu dirumah tapi anak ibu yang sebaya dengan kamu kuliyah diSurabaya dan tadinya dia mau pulang dan sekalian jemput ibu gitu” “oh anak ibu kuliyah diSurabaya ngekost yah bu???” kemudian hp di tasnya Bu lilik berbunyi dan akhirnya dia mengangkatnya. Beberapa detik pembicaraan ku dengan dia terpotong dengan suara hp di tasnya. “oh anak ibu kos disana dia Cuma pulang 1 minggu 1 kali. Tapi kali ini dia gak bissa pulang karena banyak tugas di kampus….barusan dia nelpon ibu” dalam hati ku berkata ini kesempatan untukku untuk bissa menawarkan sesuatu pada dia. “maaf bu lilik, kalau saya diperbolehkan biarkan saya saja yang nganterin ibu pulang…gimana bu???” “eeehhhmmm..gimana yah Di…eehhmmm… yauda deh ibu mau”

Setelah sampai didepan rumahnya aku memintai dia nomor HP. Kemudian waktu terus berlalu. 2 hari berikutnya aku berangkat ke Bali bareng teman teman alumni yang ikut. Kulihat pula ternyata Bu lilik ikut dalam tour ini. Aku segera berpindah duduk disamping Bu lilik. “Bu suami dan anaknya kok gak diajak…” “suami ibu dan anak anak ibu pada gak mau ibu ajak… gak tau ni padahal kan gratis” waktu terus berlalu kami ngobrol cukup lama sampai tertidur dalam bus. Ingin sekali kudekap tubuh mulus nya itu tapi untung aku masih bissa mengendalikan diri karena banyak orang didalam bus itu. Waktu terus berjalan, akhirnya pukul 5 pagi aku dan rombongan sekolah tiba di pantai sanur untuk melihat sunrise. Pukul 10 pagi aku dan rombongan tiba diHotel. Kebetulan aku dan rombongan menginap diHotel yang mewah dan berkelas tak heran kalau banyak orang kaya disitu. Aku segera masuk kamar dan melepas kepenatan dengan mandi dikolam renang. Saat mandi dikolam renang tak sengaja kulihat Bu lilik hanya mengenakan BH G- string berwarna hitam. Karena kebetulan kamarku dengan kamar Bulilik berdekatan hanya saja kamar Bu lilik berada di lantai atas dan kebetulan juga Bu lilik waktu ganti baju lupa menutup jendela dan akhirnya terlihat dari bawah. ‘wwooow nafsu birahi langsung memuncak., pemandangan seperti itu membuat penisku yang tadi tidur menjadi bangun dank eras dan amat keras. Dalam hati aku berkata “nanti malam aku harus bissa masuk kekamar bulilik”

Malam pun tiba. Pukul 8 malam aku mengetuk pintu kamar Bu lilik. Kuketuk beberapa kali tapi gak ada yang membuka. Kemudian aku hendak balik kekamarku, dan baru dua langka Bu lilik memanggilku. “Ada apa Di??? “ kulihat Bu lilik mengenakan baju tidur dan kulihat pula rambutnya basah. Ternyata dia habis mandi. “saya mau ngobrol sesuatu pada ibu gak papa kan kalau saya masuk, maaf bu kalau saya menggangu istarahat ibu” “ohhh… ya uda masuk ajah” langsung aku mengunci pintunya tanpa sepengatahuan Bu lilik. setelah didalam kamar aku ngobrol beberapa kata dengan dia. Kemudian aku bilang pada Bu lilik kalau aku suka kepadanya dan sangat mengaguminya. “Bu aku sangat ingin sekali memiliki kamu bu, tapi ibu sudah bersuami dan ibu sudah punya anak, kalau boleh memilih takdir aku ingin jadi suamimu Bu” langsung seketika Bu lilik kaget dan marah dengan pengakuanku tadi. “Di…kamu gak boleh sepeti ini pada Ibu…bagaimanapun juga Ibu ini tetap Mantan Gurumu dan harus kau hormati dan jangan mengada ngada tentang kata katamu tadi”

Aku segera mendekati tubuh Bu lilik. Terasa sudah keras penisku tertahan oleh CD yang kukenakan saat mendekati tubuhnya. Langsung dengan cekatan kucium pipinya yang sebelah kiri. “Astagfirullah Di…jangan…di…” saat Bu lilik melontarkan kata kata itu dengan nada marah dan kesal tanpa panjang lebar langsung masih dalam posisi berdiri aku memeluk tubuhnya bu Lilik dengan erat, segera kuciumi pipinya dan bibirnya. “Di jangan Di….ibu mohon jangan” bu lilik hanya marah tapi dia tidak berontak seperti adegan adegan perkosaan lain. Dia hanya melarangku dengan kata – kata nya yang bernada marah tapi dia tak melawan bahkan tangannya diam tak berusaha mendorong tubuhku. Setelah beberapa kali kuciumi pipi nya baik sebelah kanan maupun kiri aku beralih ke lehernya yang putih dan mulus. Kuciumi dengan lahap lehernya, bahkan waktu itu aku mirip seperti orang kesetanan yang bringas. Dengan cepat kuciumi setiap lekuk leher bu lilik dengan bringas. “stop..hentikan ini Di…kamu jangan kurang ajar sama Ibu..aaaahhh…aaaahhh…hentikan Di….aaaahhh” kudengar nada kata katanya yang tadi seperti orang marah ternyata sekarang berubah menjadi lirih dan diiringi dengan desahan desahannya yang membuatku semakin bringas dan liar menciumi lehernya. Aroma wangi tubuhnya membuat penisku seperti ingin keluar merobek CD. Sambil menciumi leher dan bibirnya Segera aku melepas baju ku sedikit demi sedikit hingga kuhanya mengenakan CD Kulihat Bu lilik memejamkan mata sambil mendesah dan melarangku melakukan itu. “Di…jangan….Di….aaaaahhhhh….ini perbuatan dosa Di….aaaahhhh….sekali lagi…ibu mohon………aaaaaaahhhhhhh”

Setelah puas menciumi lehernya aku langsung beralih menciumi bagian pundaknya sambil mencoba melepaskan baju tidur yang dia pakai. “dasar….bajingan kamu…Di….hentikan…ibu mohon….aaaaaaaaahhhhh…..Ibu gak mau Di….ini dosa….….aaaaahhhhh….” dia terus mendesah sambil memejamkan mata. Tak lama kemudian Baju tidurnya terjatuh dilantai, kulihat dia memakai BH G-string merah, kulihat BH G string yang dia pakai seperti terlalu ketat dan kekecilan sehingga Payudaranya dibagian atas seperi mau menjumbul keluar. segera kusosor dengan lahap pundak dan dadanya yang terlihat mulus. Ditengah aksiku menciumi dadanya aku berkata pada bu lilik “Bu aku ingin sekali ibu orang yang pertama kali mendapatkan perjakaku ini, cccccpppppccckkk….. jadi aku mohon…mmmmuuuuaaaachhhh…mmmmhhhhcccchhh….. izinkan aku menjamah tubuh ibu yang mulus ini… karena sejak SD aku menantikan kesempatan seperti ini dengan kamu Bu” langsung kuteruskan ciumanku ke pundak dan dadanya yang mulus. “tapi kamu salah Di…ibu ini hanya wanita tua berumur 40 tahun… aaaaahhhh….tak pantas…kau perlakukan ibu sperti ini….….aaaaahhhhh…. ibu tak ada bedanya dengan ibu kamu sendiri….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….hentikan hentikan Di….kamu memang biadab….….aaaaahhhhh….dasar terkutuk kamu….aaaaahhhhh….” setelah puas kumenciumi dadanya kuciumi Payudaranya yang masih terbungkus BH G-String berwarna merah. Saat bibirku menyentuh tali BH nya. Aku benar benar seperti orang kesetanan dan bringas, kulahap dengan cepat hingga BH nya yang dia pakai basah karena air liurku. Kemudian sambil terus menciumi payudaranya yang terbungkus BH aku mencoba membuka kancing BH nya yang berada dibelakang punggungnya. Akhirnya tanganku berhasil meraih kancing BH nya. Segera kutarik dengan cepat terlepaslah BH yang dia pakai dan terjatuh diLantai. Aku sangat kaget melihat ukuran payudaranya saat BH nya ku buka ternyata sangat montok dan besar, padahal dulu aku mengira payudaranya ukuranya kecil serta biasa saja, tapi setelah terpampang didepanku langsung dengan bringas/liar/lahap/bahkan seperti orang kesetanan aku lagsung menciumi kedua payudaranya yang montok itu baik kanan ataupun kiri, seperti orang yang tak sabaran dan tergesa gesa gaya ciumanku terhadap payudaranya itu.

“….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…. biadab kamu ….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…. jangan….aaaaahhhhh….jangan….aaaaahhhhh….jaaaaaaaaaangaaaaaannn Di” desahannya yang lirih sambil menegelus elus dan memegangi kepalaku. Sangat lama sekali aku menciumi kedua payudaranya. Tak henti hentinya kuciumi berulang ulang payudaranya. “mmmccchhhhh…mmmmmcccchhhh,…..” terasa nikmat sekali terasa seperti dipuncak kenikmatan saat kuberulang ulang kumenciumi kedua payudaranya. Setelah berulang kali kuciumi kumenghisap payudaranya yang sebelah kanan secara bergantian baek kiri maupun kanan” beberapa menit lamanya aku gak tahu yang kurasa kulakukan ciuman dipayudaranya itu sangat lama dari pada yang ciumanku dibagian tubuhnya yang lain. Sambil terus menciumi dan menghisap payudaranya yang montok aku mendorong tubuh Bu lilik ke ranjang besar dan empuk itu. Bu lilik dan tubuhku terbaring di atas ranjang dengan posisi tubuhku diatas tubuh Bu lilik. “….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…. biadab kamu ….aaaaahhhhh….….bangsat kamu aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…. jangan….aaaaahhhhh….jangan….aaaaahhhhh….jaaaaaaaaaangaaaaaannn Di”

setelah cukup lama ku menciumi dan menghisap kedua payudaranya aku beralih ke perutnya. Kuciumi perut dan pusarnya sampai menuju vaginanya yang masih terbungkus oleh CD G-String Hitam. Kurasakan saat bibirku menyentuh vaginanya yang ternyata sudah basah sekali. Langsung sambil menciumi selakangannya yang wangi kumelorotkan CD G-string hitam yang dia pakai hingga terlepas dan terjatuh ke lantai. Kusosor dengan lahap vaginanya. “….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…. biadab kamu ….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…. jangan….aaaaahhhhh….jangan….aaaaahhhhh….jaaaaaaaaaangaaaaaannn lakukan itu ….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….stop ibu gak mau berbuat dosa….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….” tak lama kemudian Bu lilik tak melarangku tapi dia hanya mendesah berulang kali “….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh….….aaaaahhhhh…aaaauuuuuhh……”

setelah kumenciumi seluruh permukaan vaginanya ku beralih kebawa terus dan terus hingga jari kakinya. Sambil melepas CD yang kukenakan aku menciumi betis dan kakinya. Setelah kuciumi kaki dan jarinya aku naik keatas tubuhnya lagi. Kutindih tubuh Bu lilik sambil menancapkan penisku ke liang vaginanya. Kulihat Bu lilik pasrah sambil memejamkan mata. Tak lama kemudian penisku terbenam tepat diVaginanya Bu lilik yang dari tadi sudah basah sekali. Kugenjot tubuhku berulang kali. “….aaaaahhhhh….….oooohhhhh….….aaaaahhhhh…….aaaauuuu….….aaaaahhhhh…. aaahhhhh….….oooohhhhh….….aaaaahhhhh…….aaaauuuu….….aaaaahhhhh

….aaaaahhhhh….….oooohhhhh….….aaaaahhhhh…….aaaauuuu….….aaaaahhhhh” hanya desahan dan desahan yang keluar dari bibir bu lilik sambil memejamkan kedua matanya. Benar benar dipuncak kenikmatan walu berawal dari pemaksaan aku benar benar manusia paling bahagia didunia waktu itu. Setelah berulang kali ku menggenjot tubuhku, tak lamma kemudian kumerasakan ada yang menyembur deras dari penisku menuju liang vaginanya

setelah air mani itu keluar dan menuju liang vaginannya Bu lilik, aku menggenjot tubuhku lagi berulang kali dengan ritme yang pelan. Hingga air mani itu keluar berulang kali. Setelah beberapa saat kemudian aku merasa lelah sekali setelah berulang kali melakukan genjotan. Kulihat pula dari wajahnya Bu lilik kelelahan. Kulihat dia memejamkan matanya dan menoleh kea rah kiri dan tak berani memandang wajahku. Segera kutarik penisku dari vaginanya dan kuberbaring disampingnya sambil menciumi payudaranya. Ditengah ciumanku aku minta maaf pada Bu lilik ”Bu maafin aku… aku sudah berbuat dosa pada ibu…sekali lagi maaf” kemudian aku mengambil selimut dan aku berbaring disamping Bu lilik sambil memeluk tubuhnya yang mulus, kumenyelimuti tubuh kami berdua dengan selimut yang tebal. Karena udaranya sangat dingin. Kami berdua tidur bersama hingga pagi.





Kuhamili Tanteku

24 09 2010

Namaku Edo (bukan nama sebenarnya) ini adalah sebuah cerita tentang tante saya bernam Dona , saya mulai aktif melakukan aktivitas seksual sewaktu saya masih 18 tahun. Teman-teman saya yang memberitahu bagaimana cara bermasturbasi dan saya mulai melakukan itu.dan saya benar-benar menikmatinya. Saya selalu ingin melakukan hubungan seks tetapi tidak mendapatkan kesempatan sampai saya kuliah. Saya kuliah di Kota S. saya tidak kos tetapi memustuskan untuk tinggal di rumah tante Dona yang kebetulan ada di Kota S walaupun agak jauh dari kampus. Anto Suami Tante Dona adalah seorang Pengusaha. Tanteku sangat cantik dan proposional dengan tinggi badan 165 dan berat 54 serta buah dada besar yang membuat aku cukup horny. Dari hari pertama aku sudah mulai bermasturbasi dengan menghayalkan dia. Umur dia sekitar usia 32, dia mempunyai 2 orang anak , Ria yang berusia 10 tahun dan Cinta yang berusia 7 tahun. saya menempati kamar atas yang kosong. Setelah kurang lebih satu minggu aku menjadi lebih akrab dengan Tanteku ,Segera pikiran kotor menghingapiku ketika aku berdekatan dengan dia

Tingkah laku dia juga sangat ramah. Ia mulai sering mengajaku pergi ke mall dengan memakai mobilnya. Ia bahkan tak pernah ragu untuk membeli pakaian dalamnya di depanku. Aku baru tahu bahwa dia sangat suka menggunakan pakaian dalam yang sexy. Aku sering memuji dengan mengatakan bahwa tante lebih muda dari usia tante. Suatu hari aku tidak masuk kuliah. Saya memutuskan untuk tinggal di rumah. Pada siang hari ada film di tv, jadi saya pergi ke ruang tengah untuk menonton. Ternyata dia sedang menyiram tanaman di taman belakang dengan hanya memakai kaos longgar tanpa lengan dan celana pendek sehingga pahanya yang putih kelihatan langsung penis saya menegang melihat itu.. Saya memutuskan untuk mendapatkannya pada hari itu.

Ketika dia selesai menyiram tanaman dia langsung bergabung dengan saya. Tiba-tiba listrik mati pergi. Jadi kita mulai ngobrol tentang kehidupan perkawinannya. Aku perlahan membelokan pembicaraan dan berkata “ tante sangat cantik sekali “. Saat itu dia kaget dan melihat aku bahkan dia melihat celana saya pakai. saya yakin dia melihat kemaluanku yang mengang. Saya berkata lagi “ Tante seperti kakaknya Ria bukan Ibunya “
“ kamu bercanda,Do”
. Aku berkata lagi “ sumpah Tan, apalagi kalau tante memakai Tank top dan rok pendek akan terlihat lebih muda lagi “. Saat itu dia tersenyum. Saya bertanya lagi” apakah tante dapat memakainya sekarang”
Awalnya dia menolak tapi saya terus memaksanya akhirnya dia berkata “ok”.
. Langsung kemaluanku menegang dan mulai ingin keluar dari sarangnya. “tapi kamu jangan macam macam yah “. Saya berjanji, setelah itu dia pergi kekamarnya dan Saya mulai memegang kemaluan saya.
Ketika ia keluar saya terpesona

Dia terlihat sangat muda dan seksi. dia tersenyum dan berkata” kamu melanggar janjimu.Aku Cuma tersenyum. Buah dadanya kelihatan seperti mau muntah dari tanktopnya dan putingnya keliahatan tercetak ternyata dia tidak memakai bra kebawahnya dia hanya memakai rok mini sehingga kakinya yang panjang telihat sangat sexy. Aku pergi mendekatinya dan berkata “saya ingin mencium Tante “ tapi dia menolak aku tak mau kehilangan buruanku aku pegang pinggangnya dan mulai menciumnya, untuk beberapa waktu dia berusaha melakukan perlawanan tetapi kemudian ia berhenti mencoba. Saya merasakan nafas dia sudah tidak teratur.saya mulai meremas pantatnya dan dia mengangkat roknya ke atas serta memasukan tangan saya ke dalam celana dalamnya dari belakang dan menekankan pantatnya dengan keras

Hingga akhirnya ia berhenti melawan .aku terus menciumnya dan mulai meremasi dadanya yang besar Saya membawa dia ke Sofa
Setelah sekitar 20 menit kami saling berciuman dan saling meraba, Tante Dona melepaskan pelukan dan ciumannya. Lalu Tante Dona menuntun tanganku untuk membuka bajunya. Tanpa diminta dua kali, tanganku pun mulai beraksi melepas Tanktop Tante Dona

“Tetek Dona gede banget sih. Edo suka deh,” kataku sambil meraba payudara Tante Dona.
“Jangan diliatin aja donk Sayang..! Dijilat dan disedot donk Sayang..!” pinta Tante Dona.
Tanpa dikomando dua kali, aku langsung saja menjilati payudara Tante Dona yang sebelah kanan. Sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara Tante Dona yang sebelah kiri.
“Aahh.. Ohh.. fish..!” teriak Tante Dona ketika buah dadanya kujilat dan kusedot-sedot.

Secara bergantian payudara Tante Dona kusedot dan kujilati, sedangkan tangan kanan Tante Dona meremas-remas batang penisku dari luar CD-ku. Dan tanpa sadar, Tante Dona berusaha melepaskan CD-ku. Tanteku menaikkan pinggulnya saat kutarik rok mininya. Aku melihat CD yang Tanteku kenakan sudah basah. Aku kemudian mencium CD Tanteku tepat di atas kemaluannya dan meremasnya. Dengan cepat kutarik CD Tanteku dan melemparkannya ke sisi ranjang, dan terlihatlah olehku pemandangan yang sangat indah. Lubang kemaluan Tanteku ditumbuhi bulu halus yang tidak terlalu lebat, hingga garis lubang kemaluan Tanteku terlihat
“Do, tongkol kamu gede bauanget,” kata Tanteku takjub melihat batang penisku yang sudah menegang.
“Masa sih Don.?” tanyaku seakan tidak percaya,
Tanteku dengan tangan kanannya terus meremas-remas kemaluaku.

Dan tidak lama Tanteku pun berjongkok, lalu tersenyum. Tanteku mendekatkan wajahnya ke kemaluanku, lalu mulai mengeluarkan lidahnya.
“Uuhh.. aahh.. enak Don..!” aku berteriak ketika lidah Tanteku mulai menyentuh kepala penisku.
Tanteku masih menjilati penisku, mulai dari pangkal sampai ujung kepala penisku. Dan kedua bijiku pun tidak terlewatkan oleh lidah Tanteku. Aku hanya memejamkan mata sambil mendesah-desah memperoleh perlakuan seperti itu.

Setelah sekitar sepuluh menit, aku merasa kemaluanku berada di sebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat ke bawah. Ternyata sekarang separuh penisku sudah masuk ke mulut Tanteku.
“Aahh.. oohh.. yeeahh.. enaakk ba..nget Donnn..!” teriakku lagi.
Kuperhatikan penisku diemut-emut oleh Tanteku tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah Tanteku bergerak-gerak dengan lincah seperti ular.

Dan sekarang kulihat Tanteku menyedot-nyedot bulu kemaluaku seperti mau dikeramasi.
“Donn.. enak Donaaaa..!” aku hanya dapat berteriak.

dengan cepat dan liar Tanteku mengocok batang kemaluanku di dalam mulutnya. Aku sudah tidak tahan lagi, kenikmatan yang kurasakan sangat luar biasa dan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata, dan akhirnya aku sudah tidak tahan lagi dan.. “Cret.. cret.. crett..” maniku kusemprotlkan di dalam mulut Tanteku. Setelah itu Tanteku berdiri lalu duduk di sebelahku. Kedua kakinya dikangkangkan sehingga aku dapat melihat vaginanya dengan jelas.
“Sayang, sekarang kamu jilatin memiawku ini..!” kata Tanteku sambil menunjuk ke arah vaginanya.
Setelah itu Tanteku tidur telentang di lantai. Aku langsung saja menuju bagian bawah pusar Tanteku. Kudekatkan wajahku ke vagina Tanteku, lalu kukeluarkan lidahku dan mulai menjilati vaginanya.

“Ahh.. fuuckk.. yeaahh.. shiitt.. hisapnya itilnya Sayang..!” Tanteku hanya dapat meracau saat kujilati vagina dan klitorisnya kuhisap-hisap.
“Ohh.. Aahh.. fuuck.. mee.. yeaahh.. masukin tongkolmu sekarang Sayang..! Aku udah nggak tahan..!” pinta Tanteku memohon.
Aku pun perlahan bangun dan mensejajarkan tubuhku dengan Tanteku . Kugenggam batang penisku, lalu perlahan-lahan kudorong pantatku menuju vagina Tanteku. Aku buka lebar paha Tanteku, lalu aku arahkan penisku ke memiaw Tanteku yang sudah basah dan licin. Tangan Tanteku segera memegang penisku lalu mengarahkannya ke lubang memiawnya. Tak lama.. Bless.. penisku langsung memompa memiaw Tanteku Terasa seret, dan enak rasanya menjepit penisku..

“Ohh.. Sshh.. Oh, Edo.. Mmhh…” desah Tanteku ketika aku memompa penisku agak cepat.

Tanteku mengimbangi gerakanku dengan goyangan pinggulnya. Tak lama, tiba-tiba Tanteku bergetar lalu tubuhnya agak mengejang.

“Oh, Do..Aku mau keluarr.. Mmhh…” jerit kecil Tanteku.
“Terus setubuhi Aku…” desahnya lagi.

Beberapa saat kemudian tubuh tanteku melemah aku yang juga keluar tanpa melepaskan penisku dari vagina Tanteku cepat membalikan tubuhnya hingga menungging “Aduhh.. enak.. sekali Sayang..! Kamu.. pin..tarr.. Sayang..!” jerit Tanteku ketika kusetubuhi dari belakang . aku terus mengent*tnya dengan cepat. Tanteku pun membalas dengan menggoyangkan pantatnya dengan cepat,pula dan terasa ada cairan hangat yang menyembur di dalam tubuhnya.sepertinya dia mengalami orgasme kembali “ aku keluar lagi sayang…. Kamu hebat “ mengetahui hal itu aku terus mengenjotnya dengan cepat karena aku juga merasakan akan keluar Dan memang, aku sudah tidak tahan lagi, dan gerakanku makin cepat, nafas makin memburu dan dengan mengerang parau, muncratlah spermaku di dalam vaginanya, crot.. crot.. crott.., dan Tanteku yang juga kelihatannya kembali mencapai orgasme yang ketiga, mengetahui aku sudah keluar, ia memutar-mutar pinggulnya kesana kemari membuat penisku ngilu dan seperti diputar-putar. Dan kemudian ia memiawik tertahan sambil melentingkan tubuhnya dan terkulai lemas

Kami kemudian terlelap tidur karena kecapaian 1 jam kemudian kami terbangun dan Tanteku mengajak mandi bareng di kamar mandi kembali kami melakukannya .
Semenjak saat itu kami hampir tiap hari mengulangi persetubuhan ini siang ketika rumah sedang sepi sebelum aku berangkat kuliah dan malam malam sering tanteku masuk ke kamarku sehingga sebulan kemudian tanteku berkata “ kamu akan menjadi ayah sayang” selama kehamilannya Tanteku malah semakin bergairah dalam melakukan hubungan badan sampai bulan kedelapan kehamilannya pun kami terus berhubungan.Akhirnya Tanteku melahirkan bayi perempuan yang dia beri nama Elga.

Selama 5 tahun aku kuliah dan tinggal di rumah tanteku, tanteku telah melahirkan 3 orang anak yang semunya adalah hasil perbuatanku





Perkosa Tante

24 09 2010

Saya Dito…..umur 23 tahun baru lulus dari salah satu universitas ternama di Malang. Dan saya berasal dari keluarga baik-baik. Kejadian ini dimulai ketika saya menginap di rumah om saya di daerah sidoarjo. Om saya telah menikah dan memiliki 2 anak lelaki yang lucu umur 3 dan 5 tahun, serta memiliki istri yang cukup cantik (menurut saya) umurnya sekitar 27 tahun.

saya sendiri tinggal disurabaya kurang lebih jarak tempat tinggalku dengan tante adalah 19 Km……………………..
Awal kejadiannya adalah pada hari sabtu malam saya mendengar pertengkaran di rumah tersebut, yang tidak lain adalah om saya dengan tante saya. Ternyata penyakit ‘gatel’ om saya kambuh lagi yaitu sering pergi ke diskotik bersama temannya. Hal tersebut sangat menyakitkan tante saya, karena di sana om saya akan mabuk-mabukan dan terkadang pulangnya bisa pada hari Minggu malam. Entahlah apa yang dilakukan di sana bersama teman-temannya. Dan pada saat itu hanya aku bertiga saja di rumah: saya, Om Pram dan Tante Sis.

“Brak..” suara gelas pecah menghantam pintu, cukup membuat saya kaget, dan om saya dengan marah-marah berjalan keluar kamar. Dari dalam kamar terdengar tante saya berteriak, “Nggak usah pulang sekalian, cepet ceraikan aku.” Dalam hatiku berkata, “Wah ribut lagi.” Om Pram langsung berjalan keluar rumah, menstarter mobil Tarunanya dan pergi entah ke mana.

Di dalam kamar, aku mendengar Tante Sis menangis. Aku mau masuk ke dalam tapi takut kena damprat olehnya (kesalahan Om Pram dilimpahkan kepadaku). Tapi aku jadi penasaran juga. Takut nanti terjadi apa-apa terhadap Tante Sis. Maksudku akibat kecewa sama Om Pram dia langsung bunuh diri.

Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya. Dan kulihat dia menangis menunduk di depan meja rias. Aku berinisiatif masuk pelan-pelan sambil menghindari pecahan gelas yang tadi sempat dilemparkan oleh Tante Sis. Kuhampiri dia dan dengan pelan.
Aku bertanya, “Kenapa Tan? Om kambuh lagi?”
Dia tidak menjawab, hanya diam saja dan sesekali terdengar isak tangisnya. Cukup lama aku berdiri di belakangnya. Pada waktu itu aku hanya memandangnya dari belakang, dan kulihat ternyata Tante Sis mengenakan baju tidur yang cukup menggiurkan. Pada saat itu aku belum berpikiran macam-macam. Aku hanya berkesimpulan mungkin Tante Sis mengajak Om Pram, berdua saja di rumah, karena anak-anak mereka sedang pergi menginap di rumah adik Tante Sis. Dan mungkin juga Tante Sis mengajak Om bercinta (karena baju yang dikenakan cukup menggiurkan, daster tipis, dengan warna pink dan panjang sekitar 15 cm di atas lutut). Tetapi Om Pram tidak mau, dia lebih mementingkan teman-temannya dari pada Tante Sis.

Tiba-tiba Tante Sis berkata, “To, Om kamu kayaknya udah nggak sayang lagi sama Tante. Sekarang dia pergi bersama teman-temannya ke Surabaya, ninggalin Tante sendirian di rumah, apa Tante udah nggak cakep lagi.” Ketika Tante Sis berkata demikian dia berbalik menatapku. Aku setengah kaget, ketika mataku tidak sengaja menatap buah dadanya (kira-kira berukuran 34). Di situ terlihat puting susunya yang tercetak dari daster yang dikenakannya. Aku lumayan kaget juga menyaksikan tubuh tanteku itu.

Aku terdiam sebentar dan aku ingat tadi Tante Sis menanyakan sesuatu, aku langsung mendekatinya (dengan harapan dapat melihat payudaranya lebih dekat lagi).
“Tante masih cantik kok, dan Om kan pergi sama temannya. Jadi nggak usah khawatir Tan!”
“Iya tapi temennya itu brengsek semua, mereka pasti mabuk-mabukan lagi dan main perempuan di sana.”
Aku jadi bingung menjawabnya. Secara refleks kupegang tangannya dan berkata, “Tenang aja Tan, Om nggak bakal macem-macem kok.” (tapi pikiranku sudah mulai macam-macam).
“Tapi Tante denger dia punya pacar di surabaya, malahan Tante kemarin pergoki dia telponan ama cewek, kalo nggak salah namanya Sella.”
“Masak Om tega sih ninggalin Tante demi cewek yang baru kenal, mungkin itu temennya kali Tan, dan lagian Tante masih tetap cantik kok.”
Tanpa Tante Sis sadari tangan kananku sudah di atas paha Tante Sis karena tangan kiriku masih memegang tangannya. Perlahan-lahan pahanya kuusap secara halus, hal ini kulakukan karena aku berkesimpulan bahwa tanteku sudah lama tidak disentuh secara lembut oleh lelaki.

Tiba-tiba tanganku yang memegang pahanya ditepis oleh Tante Sis, dan berdiri dari duduknya, “To, saya tantemu saya harap kamu jangan kurang ajar sama Tante, sekarang Tante harap kamu keluar dari kamar tante sekarang juga!” Dengan nada marah Tante Sis mengusirku.
Cukup kaget juga aku mendengar itu, dan dengan perasaan malu aku berdiri dan meminta maaf, kepada Tante Sis karena kekurangajaranku. Aku berjalan pelan untuk keluar dari kamar tanteku. Sambil berjalan aku berpikir, aku benar-benar terangsang dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sejak aku putus dengan pacarku, terus terang kebutuhan biologisku kusalurkan lewat tanganku.

Setelah sampai di depan pintu aku menoleh kepada Tante Sis lagi. Dia hanya berdiri menatapku, dengan nafas tersenggal-senggal (mungkin marah bercampur sedih menjadi satu). Aku membalikkan badan lagi dan di pikiranku aku harus mendapatkannya malam ini juga. Dengan masa bodoh aku menutup pintu kamar dari dalam dan menguncinya, lalu langsung berbalik menatap tanteku. Tante Sis cukup kaget melihat apa yang aku perbuat. Otakku sudah dipenuhi oleh nafsu binatang.

“Mau apa kamu To?” tanyanya dengan gugup bercampur kaget.
“Tante mungkin sekarang Om sedang bersenang-senang bersama pacar barunya, lebih baik kita juga bersenang-senang di sini, saya akan memuaskan Tante”. Dengan nafsu kutarik tubuh tanteku ke ranjang, dia meronta-ronta, tetapi karena postur tubuhku lebih besar (tinggiku 182 cm dan beratku 75 kg, sedangkan Tante Sis memiliki tinggi tubuh sekitar 165 cm dan berat kurang lebih 50 kg) aku dapat mendorongnya ke ranjang, lalu menindihnya.

“Lepasin Tante, Dito,” suara keluar dari mulutnya tapi aku sudah tidak peduli dengan rontaannya. Dasternya kusingkap ke atas. Ternyata Tante Sis tidak mengenakan celana dalam sehingga terpampang gundukan bukit kemaluannya yang menggiurkan, dan dengan kasar kutarik dasternya bagian atas hingga payudaranya terpampang di depanku. Dengan bernafsu aku langsung menghisap putingnya, tubuh tanteku masih meronta-ronta, dengan tidak sabar aku langsung merobek dasternya dan dengan nafsu kujilati seluruh tubuhnya terutama payudaranya, cukup harum tubuh tanteku.

Akibat rontaannya aku mengalami kesulitan untuk membuka pakaianku, tapi pelan-pelan aku dapat membuka baju dan celanaku. Sambil membuka baju dan celanaku itu, dengan bergantian tanganku mengusap bukit kemaluannya yang menurutku mulai basah (mungkin Tante Sis sudah mulai terangsang walaupun masih berkurang tetapi frekuensinya agak menurun sedikit).

kemaluanku telah berdiri tegak dan kokoh nafsu telah menyelimuti semua kesadaranku bahwa yang kugeluti ini adalah isteri pamanku sendiri….yaitu tanteku….

Dengan tidak sabar aku langsung berusaha membenamkan kejantananku ke liang TANTEKU……….. ,

Aku agak kesulitan menemukan celah kewanitaan tanteku,kadang kemaluanku meleset keatas dan bahkan kadang meleset kearah lubang anus tanteku .
ini disebabkan tanteku bergerak kesana kemari berusaha menghindar dan menghalangi kemaluanku yang sudah siap tempur ini……………………………………..

“To, jangan To, aku Tantemu tolong lepasin To, ampun, Tante minta ampun”. Aku sudah tidak peduli lagi Rengekannya. …….usahaku kepalang tanggung dan harus berhasil……karena gagalpun mungkin akibatnya akan sama
bahkan mungkin lebih fatal akibatnya…….
Ketika lubang senggamanya kurasa sudah pas dengan dibantu cairan yang keluar dari liang kewanitaannya aku langsung menghujamkan senjataku.

“Auuhh, sakit To, aduh.. Tante minta ampun.. tolong To jangan lakukan …..lepasin Tante To..” Ketika mendengar rintihannya, aku jadi kasihan, tetapi senjataku sudah di dalam, “Maaf Tante, saya sudah tidak tahan dan punyaku sudah terlanjur masuk nih…..,” bisikku ke telinganya. Tante Sis hanya diam saja. Dan tidak berkata apa-apa.

Dengan pelan dan pasti aku mulai memompa kemaluanku naik turun, ……..tanteku menggelinjang hebat…..seakan akan masih ada sedikit pemberontakan dalam dirinya….
ssshhhhhhhhh….tanteku hanya mendesis lirih sambil menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan tak mau menatap wajahku…….kemudian Dia hanya diam pasrah dan kulihat air matanya berlinang keluar. Kucium keningnya dan bibirnya, sambil membisikkan, “Tante, Tante masih cantik dan tetap mengairahkan kok, saya sayang Tante, bila Om sudah tidak sayang lagi, biar Dito yang menyayangi Tante.” Tante Sis hanya diam saja, dan kurasakan pinggulnya pun ikut bergoyang seirama dengan goyanganku.

kemaluanku kudorong perlahan …seakan ingin menikmati kenyamanan ini dengan waktu yang lama……..
cllkk….clllkkkk.cclkkkk bunyi badanku beradu dengan badan tanteku…….seirama keluar masuknya kemaluanku kedalam liang senggamanya yangbetul betul enak……

Kira-kira 10 menit aku merasakan liang kewanitaan tanteku semakin basah dan kakinya menyilang di atas pinggulku dan menekan kuat-kuat mungkin tanteku sedang orgasme……………………………………. ……………

kudiamkan sejenak …..kubiarkan tanteku menikmati orgasmenya………kubenamkan lebih dalam kemaluanku ,sambil memeluk erat tubuhnya iapun membalasnya erat…..kurasakan tubuh tanteku bergetar….
kenikmatan yang dahsyat telah didapatkannya…….

kubalik badan tanteku dan sekarang dia dalam posisi diatas……kemaluanku masih terbenam dalam kewanitaan tanteku……tapi dia hanya diam saja sambil merebahkan tubuhnya diatas tubuhku,….lalu kuangkat pinggul tanteku perlahan…..dan menurunkannya lagi….kuangkat lagi……dan kuturunkan lagi…….kemaluanku yang berdiri tegak menyodok deras keatas …kelubang nikmatnya……
ahirnya tanpa kubantu ….tanteku menggoyangkan sendiri pantatnya naik turun…..

oooooooccchhhhhhhh…….aku yang blingsatan kenikmatan…
rupanya tanteku mahir dengan goyangannya diposisi atas….
kenikmatan maximum kudapatkan dalam posisi ini….
rupanya tanteku mengetahui keadaan ini …ia tambah menggoyang goyangkan pantatnya meliuk liuk persis pantat Anisa bahar penyanyi dangdut dengan goyang patah patahnya…….
oooooochhhhhh,…………sshhh……kali ini aku yang mirip orang kepedasan
aku mengangkat kepalaku…kuhisap puting susu tanteku…..
ia mengerang……..goyangannya tambah dipercepat….
dan 5 menit berjalan …….tanteku bergetar lagi……ia telah mendapatkan orgasmenya yang kedua……
pundakku dicengkeramnya erat……
ssshhhhhhh………bibir bawahnya digigit…sambil kepalanya menengadah keatas…..
“to….bangsat kamu…….tante kok bisa jadi gini…..ssssshhhh
….tante udah 2 kali kluarrrrrrrr…”…..

aku hanya tersenyum…..
“tulangku rasa lepas semua to….”
aku kembali tersenyum…
“tante gak pernah klimaks lebih dari 1 x kalo dengan ommu..”
kubalik kembali badan tanteku dengan posisi konvensional..
kugenjot dengan deras kewanitaannya…..
oooohhh oohhh….ssshhhhh
tanteku kembali menggeliat pinggulnya mulai bergoyang pula mengimbangi genjotanku…………..
aku pun sudah kepengen nyampe…….

dan tidak lama kemudian akupun mengeluarkan spermaku di dalam liang senggamanya.
ssshhhhhh……aaachhhhhhh………………..
spermaku tumpah dengan derasnya kedalam liang senggama tanteku……..
mata tanteku sayu menatapku klimaks………
permainan panjang yang sangat melelahkan……yang diawali dengan pemaksaan dan perkosaaan yang ahirnya berkesudahan dengan kenikmatan puncak yang sama sama diraih…….
kulihat terpancar kepuasaan yang amat sangat diwajah tanteku…………………..

“kamu harus menjaga rahasia ini to…..”
aku hanya mengangguk….
dan sekarang tanteku tak perduli lagi kalau om ku mau pulang atau tidak…….
karena kalau om ku keluar malam maka tanteku akan menghubungiku via HP untuk segera kerumahnya……





Perkosa Anak Kandung

24 09 2010

Aku mendengar pintu depan dibuka perlahan-lahan, tak lama kemudian seseorang bergerak masuk. Ternyata Nia, anak gadisku yang baru beranjak remaja. Ia masuk berjingkat-jingkat karena takut ketahuan pulang malam.Nia mengenakan tanktop yang memperlihatkan bahunya yang putih mulus. Juga rok mini jeans yang dikenakan menambah cantik penampilannya. Tubuhnya termasuk bongsor untuk anak seusia dirinya yang baru 14 tahun.Dari balik tanktopnya tersembul buah dadanya yang baru tumbuh. Sudah beberapa waktu ini aku mengamati perkembangan tubuh anak gadisku yang cantik ini. Entah berapa kali aku bermasturbasi akibat tidak sengaja melihat pahanya yang mulus dan payudaranya yang mungil. Aku jadi terobsesi untuk mencicipi tubuh Nia, dan kesempatan itu kini datang. “Dari mana kamu?” bentakku. Nia terkejut dan tampak ketakutan. “Dari rumah teman, Pa….” serunya lirih “Teman laki-laki ya? Kamu sudah punya pacar ya?” tanyaku dengan nada marah “Belum Pa..””Kenapa?” tanyaku lagi “Nia kan masih kecil..” katanya “Nia sudah melanggar aturan Papa tidak boleh pulang Malam. Nia harus Papa hukum! Nia harus menuruti semua yang Papa suruh!” “Iya pa…” jawabnya lirih “Kesini kamu. Duduk di sebelah Papa!” perintahku. Nia pun mematuhi. Ketika ia sudah duduk, kurangkul pundaknya. Kuciumi pipinya sambil kuelus-elus pahanya. Nia nampak tak terbiasa dan bergerak agak menghindar. Pahanya yang putih mulus makin tersibak menampakkan pemandangan yang indah. Tanganku kemudian meraba dadanya yang baru tumbuh itu. Kemudian kupegang wajahnya dan kucium bibirnya. Tampak sekali bahwa dia belum berpengalaman dalam hal seperti ini. “Ayo sayang kita mulai ya..” kataku sambil menciumi pundaknya yang terbuka. Aku kemudian beralih menciumi bibirnya sambil tanganku meremas-remas dadanya. Tak ada respons darinya. Ketika tangannya yang mungil aku letakkan di atas kemaluanku, dia diam saja.”Kok diam saja sih?!!” bentakku. “Pa… Nia nggak pernah Pa.. belum ngerti” jawabnya lirih ketakutan “Ya sudah sini kamu..” kataku sambil beranjak ke meja dimana laptopku berada. Nia mengikutiku dari belakang Langsung kusetel film BF yang aku simpan di dalam hard diskku. “Ayo sini duduk Papa pangku” kataku. Niapun duduk di atas pangkuanku sambil melihat adegan persetubuhan dimana seorang wanita bule cantik sedang dengan rakusnya mengulum kemaluan orang berkulit hitam. Mata Nia tampak takjub melihat adegan yang pasti baru pertama kalinya dia lihat itu. Sementara aku menciumi dan menjilati pundak dan lehernya yang jenjang dari belakang. Tangankupun telah masuk ke dalam tanktopnya dan meremas-remas buah dadanya yang masih tertutup BH itu. Kutarik ke atas cup BHnya sehingga tangankupun leluasa menjelajahi dan meremas buah dadanya yang mulai tumbuh itu. Kupilin perlahan puting dadanya yang mulai mengeras. “Pa… jangan Pa… Nia malu” katanya sambil menatap adegan di laptopku dimana si wanita bule sedang mengerang-erang nikmat disetubuhi dari belakang “Nggak usah malu sayang” jawabku sambil agak memutar tubuhnya sehingga aku leluasa menikmati dadanya. Kulumat buah dada yang baru tumbuh itu dan kujilat lalu kuisap putingnya yang kecil berwarna merah muda itu. Sementara tanganku yang satu telah merambah paha sampai mengenai celana dalamnya. “Pelan-pelan Pa… sakit” desahnya ketika tanganku mengusap-usap kemaluannya setelah celana dalamnya aku sibak. Mulutku masih sibuk mencari kepuasan dari buah dada gadis belia. “Kamu cantik sekali Nia… ohh yeah..” kataku meracau sambil mengulum dan menjilati buah dadanya. Tanganku mengelus-elus pundaknya yang jernih, sedangkan yang satunya sedang merambah kemaluan anak perawan ini. Kemaluanku tampak memberontak di dalam celanaku, bahkan sudah mengeluarkan cairannya karena sudah sangat terangsang.Kuturunkan Nia dari pangkuanku, dan akupun berdiri di depannya. Kuciumi bibirnya dengan ganas sambil tanganku meremas-remas rambutnya. “Emmhh… emmhh..” hanya itu yang terdengar dari mulut Nia. Kumasukkan lidahku dan kujelajahi rongga mulutnya. Sementara kuraih tangan Nia dan kuletakkan ke kemaluanku yang sudah sangat membengkak. Tetapi lagi-lagi dia hanya diam saja. Memang dasar anak-anak, belum tahu cara memuaskan lelaki, pikirku. Dengan agak kesal kutekan pundaknya sehingga dia berlutut di depanku. Dia agak berontak akan bangun lagi. “Ayo… berlutut!!” kataku sambil menarik rambutnya. Tampak air mata Nia berlinang di sudut matanya. Dengan cepat aku lepas celana dan celana dalamku, sehingga kemaluanku berdiri dengan gagah di depannya. “Ayo isap!!” perintahku pada Nia yang tampak ketakutan melihat kemaluanku yang sebesar lengannya itu. Kugenggamkan tangannya pada kemaluanku itu. “Ampun Pa… jangan Pa… besar sekali… nggak muat Pa” katanya mengiba-iba. Terasa tangannya bergetar memegang kemaluanku.”Ayo!!” bentakku sambil menarik rambutnya sehingga kemaluankupun menyentuh wajahnya yang cantik dan innocent. Tampak Nia sambil menahan tangisnya membuka mulutnya dan akupun sambil berkacak pinggang menyorongkan kemaluanku padanya. “Aahh… yes… make Daddy happy..” desahku ketika kemaluanku mulai memasuki mulutnya yang mungil. Akupun mengelus-elus rambutnya yang berpita itu dengan penuh kasih sayang ketika Nia mulai menghisapi kemaluanku. “Ayo jilati batangnya… Sayang” kataku sambil mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Niapun mulai menjilati batang kemaluanku dengan perlahan.”Ayo isap lagi” instruksiku lagi sambil tanganku mengangkat dagunya dan menyorongkan kemaluanku padanya. Niapun mulai lagi mengulum kemaluanku, walaupun hanya ujungnya saja yang masuk ke dalam mulutnya.Kutekan kemaluanku ke dalam mulutnya sehingga hampir separuhnya masuk ke dalam mulutnya. Tampak dia tersedak ketika kemaluanku mengenai kerongkongannya. Dikeluarkannya kemaluanku untuk mengambil nafas,sementara aku tertawa geli melihatnya. “Sudah. Pa… jangan lagi Pa” Nia memohon. Air matanya tampak menetes di pipinya “Papa belum puas. Ayo lagi!!” bentakku sambil menjambak rambutnya, sehingga wajahnya terdongak ke atas menatapku. Niapun terisak menangis, tetapi kemudian dia kembali menjilati dan mengulum kemaluanku. Pemandangan di kamar sangatlah indah menurutku. Seorang laki-laki dewasa dengan tubuh tinggi besar sedang berkacak pinggang, sementara seorang anak di bawah umur dengan wajah tanpa dosa sedang mengulum kemaluannya. Mungkin sekitar 15 sampai 20 menit aku ajari anak perawanku itu cara untuk memberikan kepuasan oral pada lelaki. Setelah itu aku merasakan kemaluanku akan meledakkan cairan ejakulasinya “Buka mulutmu!!” perintahku pada Nia sambil mengeluarkan kemaluanku dari kulumannya. Kemudian kukocok-kocok kemaluanku sebentar, dan kemudian muncratlah cairan spermaku ke dalam mulutnya dan sebagian mengenai wajahnya.”Oh.. yeahh.. nikmat.. kamu hebat Nia..” erangku saat orgasme. “Ayo telan!!” perintahku lagi ketika melihat dia akan memuntahkan spermaku keluar. Tampak dia berusaha menelan spermaku, walaupun karena jumlahnya yang banyak, sebagian meleleh keluar dari mulutnya. Diambilnya tisu dan dibersihkannya wajahnya sambil membetulkan pakaiannya sehingga rapi kembali. Dia pun kemudian mengambil dan meminum habis sisa susunya. Sementara aku pergi ke toilet untuk buang air kecil. Sekembalinya aku dari toilet,tampak Nia sedang duduk gelisah di sofa. Pandangan matanya tampak kosong dan berubah menjadi takut ketika melihat aku menghampirinya. Aku tersenyum dan duduk di sampingnya. Kembali kuelus-elus pundak dan tangannya.”Nia pengin tidur Pa.. Nia capek..” katanya. “Yah kamu istirahat dulu aja sayang” jawabku sambil mencium pipinya. Kamipun duduk terdiam. Kuusap-usap tubuhnya yang duduk di sampingku sambil sesekali kuciumi.Aku menunggu hingga kejantananku bangkit kembali. Aku beranjak ke meja dimana laptopku masih menayangkan adegan syur semenjak tadi. Di layar sekarang seorang pria bule sedang dihisap kemaluannya oleh dua wanita cantik. Melihat adegan demi adegan di layar, kejantananku pun perlahan bangkit kembali. Kudatangi sofa dimana Nia berada. Nia tampak gelisah ketika aku berlutut di depannya. “Aku ingin menikmati memekmu sayang” kataku sambil menyibakkan rok mininya. Kuciumi pahanya dan kujilati sampai mengenai celana dalamnya. Kemudian kulepas celana dalamnya itu sehingga vaginanya yang bersih tak berbulu itu tampak mempesonaku.”Jangan Pa.. tolong Pa” kata Nia ketika tanganku mulai meraba kemaluannya. Karena gemas, langsung aku jilati dan isap vaginanya. Lidahku menari-nari dan kumasukkan ke dalam liangnya yang perawan itu.”Uhh.. ampun Pa..” erangnya ketika aku menemukan klitorisnya dan langsung kuhisap. Sementara tanganku naik ke atas meremas buah dadanya. Kupilin-pilin putingnya sehingga mulai mengeras. Sementara vaginanya pun sudah mengeluarkan lendir tanda dia telah siap untuk disetubuhi. “Ayo kita lanjutkan di ranjang, manis..” kataku sambil merengkuh tubuhnya dan menggendongnya. Aku ciumi bibirnya sambil badannya tetap aku gendong menuju kamar tempat tidur. Kurebahkan tubuhnya di ranjang, dan akupun mulai melucuti pakaianku. Tampak kemaluanku sudah kembali membengkak ingin diberi kenikmatan oleh anak kecilku ini.Nia tampak memandangku dengan tatapan mengiba. Matanya menampakkan ketakutan melihat ukuran kemaluanku. Langsung kuterkam tubuhnya di ranjang dan kuciumi wajahnya yang manis. Kubuka tanktopnya juga BHnya dan kulempar ke lantai. Langsung kusantap buah dadanya yang masih dalam masa pertumbuhan itu, dan kujilati dan kuisapi putingnya hingga mengeras. Lalu kubuka rok mininya, sehingga Niapun sudah telanjang bulat pasrah di atas ranjang. Jariku kemudian menari merambah vaginanya dan mengusap-usap klitorisnya. “Tolong jangan Pa.. aduh.. Pa.. jangan Pa.. Nia masih perawan Pa.” rengeknya. Aku menghentikan kegiatanku dan menatapnya “Ya sudah.. kamu hisap lagi aja ****** Papa seperti tadi” Akupun lalu tidur telentang dan Niapun kutarik hingga wajahnya berada di depan kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kutekan kepalanya perlahan, hingga Niapun kembali memberikan kenikmatan mulutnya pada kemaluanku. Tampak dari tatapanku, kepalanya naik turun menghisapi kemaluanku. Tangankupun mengelus-elus rambutnya penuh rasa sayang seperti rasa sayang bapak kepada anaknya. “Ya terus.. Sayang” erangku menahan nikmat yang tiada tara. Setelah beberapa menit, kutarik tubuhnya sehingga wajahnya tepat berada di atas wajahku. Kuciumi bibirnya sambil tanganku meremas-remas pantatnya. Kemudian kubalikkan badannya, sehingga badanku yang tinggi besar menindih tubuh belianya. Kusedot puting buah dadanya dan kugigit-gigit sehingga menimbulkan bekas memerah.Lalu kurenggangkan pahanya, dan kuarahkan kemaluanku ke vaginanya. “Jangan Pa.. ampun Pa.. jangan.. ampun..” rengek Nia ketika kemaluanku mulai menyentuh bibir vaginanya. Aku tambah bernafsu saja mendengar rengekannya, dan kutekan kemaluanku sehingga mulai menerobos liang vagina perawannya. Terasa sesuatu menghalangi kemaluanku, yang pasti adalah selaput daranya. Menyadari kalau Nia masih perawan, aku tak hanya melebarkan kedua pahanya, namun dengan jari-jemari tanganku kemudian kulebarkan kedua bibir vagina Nia. Dengan perlahan, kupandu batang penisku yang sudah tegang ke arah lubang vagina Nia-ku yang sudah terbuka. Setelah dirasa tepat, perlahan aku menekan pantatku ke bawah. “Auuw.. akhh… auuww..! ” Nia memekik kesakitan sambil meronta ketika batang penisku mulai memasuki lubang kewanitaannya.Keringatnya bercucuran membasahi tubuhnya yang telanjang bulat, Keperawanan yang selama ini dijaga mulai ditembus olehku tanpa sanggup ia cegah lagi. Nia meronta-ronta kesakitan. Aku tak ingin seranganku gagal karena rontaannya. segera tanganku menahan pantatnya, lalu dengan cepat, kutekan pantatku kembali ke depan sehingga separuh batang kelakianku pun amblas masuk kedalam vagina Nia. “Ahh.. sakiitt..”jerit Nia menahan tangis ketika kutekan kemaluanku merobek selaput daranya. Kutahan sebentar menikmati saat aku mengambil keperawanan anakku ini, kemudian kugerakkan pantatku maju mundur menyetubuhinya.Sesaat Nia masih meronta-ronta pelan, namun karena pegangan kedua tanganku dipantatnya sangat kuat hingga rontaan Nia tiada berarti. Batang penis terus menerobos masuk mengkoyak-koyak sisa-sisa perawannya.Tangisan Nia mulai terdengar lirih diantara desah napasku yang penuh birahi. Tubuh Nia yang putih mulus kini tak berdaya di bawah himpitan tubuhku yang besar. Sesaat aku mendiamkan seluruh batang penisku terbenam membelah vagina Nia sampai kurasakan menyentuh rahimnya. “Ah.. nikmat.. ahh.. God.. memekmu enak Nia.” racauku “Oh.. ampun.. sakit.. udah Pa.. ampun..” Nia merintih kesakitan sambil menangis.”Yes… you naughty girl.. Daddy must punish you.. yeah..” aku kembali meracau kenikmatan. Kugenjot terus kemaluanku, dan aku merasakan nikmatnya jepitan vagina Nia yang sangat sempit itu. Penisku kurasakan terlalu besar menusuk vagina yang masih sempit, setiap gesekan penisku menimbulkan rasa nyeri yang membuat Nia merintih-rintih, tetapi buatku terasa nikmat luar biasa karena penisku terjepit erat oleh memek Nia yang masih rapat dan baru kutembus perawannya. Tampak air mata Nia meleleh membasahi pipinya, dan ketika kugenjot kemaluanku tampak wajahnya menyeringai menahan sakit. Kemudian kutarik pahanya sehingga melingkari pinggangku, dan sambil duduk di ranjang kugenjot lagi vaginanya. Tanganku sibuk menjelajahi buah dadanya. “Sekarang giliranku untuk bersenang-senang nona cantik… ” kataku sambil merubah posisi tubuhku berbalik seperti orang merangkak. Aku ingin menembak Nia dari belakang. Nia hanya dapat pasrah mengikuti kemauanku ini. Tepat di hadapan kami terdapat kaca rias yang besar di dinding, sehingga aku dapat melihat tubuh Nia telanjang bulat serta di belakangnya terlihat aku sedang mengagumi kemulusan tubuhnya. “Tubuhmu benar-benar sempurna Nia, kamu sungguh cantik sekali, beruntung sekali Papa dapat memerawanimu… he..he… !” aku tertawa sambil menyelipkan penisku lagi di antara kedua kaki Nia lewat belakang. Dengan satu gerakan keras penisku bergerak maju. “Oohhh.. oouugghh.. aaahhhhh.. aakkhh..!” suara Nia kembali terdengar ketika penisku dengan paksa menembus tubuhnya dari belakang. Dengan bernapsu aku kembali menggoyangkan maju mundur sehingga buah dada Nia yang menggantung ikut terguncang-guncang berirama. Sambil terus menggoyang Nia tanganku yang bebas kembali meremas-remas buah dada remaja yang menggantung lepas. Melalui cermin besar di depan, terlihat aku sedang menggauli tubuh telanjang Nia,selintas nampak seperti seorang bidadari sedang diperkosa habis-habisan oleh iblis hidung belang. karena sepertinya tidak berimbang sekali, yang satu gadis muda cantik dibawah umur dan satunya lagi pria dewasa.”Aaaahhh… aaahhh… oouugghh ” rintihan Nia terus terdengar karena gerakanku semakin cepat menyodok-nyodok rahimnya, rasanya Nia sudah tak kuat lagi. Pantatnya yang kecil tapi padat itu sungguh merangsang diriku.”Aaaaaahhhhhhh.. sakit Pa….” Nia merintih ketika satu jari tanganku kumasukkan ke dalam lubang anusnya. Aku sangat terangsang mendengar Nia merintih. Aku membayangkan nikmatnya penisku dicengkeram oleh anusnya yang masih perawan itu. Aku berniat untuk mengenalkan Nia pada kenikmatan dan kepedihan anal seks, namun kali ini aku sudah cukup puas menikmati vagina perawan yang kecil dan sempit milik Nia. Sambil kusetubuhi tubuhnya, kadang kuciumi dan kugigiti pundak dan lehernya dari belakang, sambil tanganku memerah buah dadanya. Setelah kurang lebih satu jam aku setubuhi dia dengan berbagai macam posisi,akupun tak tahan untuk mengeluarkan cairan ejakulasiku. Kubalikkan badannya dan kugesek-gesekkan kemaluanku di dadanya. Dan air manikupun muncrat deras. “Ahh.. memang enak perawan kamu Nia..” erangku sambil menumpahkan spermaku di dadanya. Akupun kemudian bergegas menuju toilet untuk membersihkan diri. Kemaluanku pun kubersihkan dari sisa sperma bercampur darah perawan Nia. Sekembalinya aku dari toilet,kulihat Nia masih terbaring di ranjang sambil menangis terisak-isak. Kubiarkan saja dia di sana, karena aku sudah merasa puas dan merasa menjadi lebih muda setelah mereguk kenikmatan dari anakku yang cantik.





Kuperkosa Pacarku sendiri

24 09 2010

Sekarang ini aku baru duduk di bangku kuliah semester 2. Aku punya pacar anak SMA kelas 3, namanya Rani (samaran). Rani orangnya baik, taat beragama, kalau sekolah pakai jilbab kalau di rumah dilepas karena Rani sekolah di MA Negeri di Bogor. Rani termasuk anak gaul tetapi masih taat aturan orangtuanya. Rani punya fisik yang membuat laki-laki ngiri padaku, karena rani punya body yang tergolong aduhai.

Aku termasuk mahasiswa yang sering ngumpul dengan teman-teman cowok lainnya. Yang sering kita lakukan bersama adalah nonton film BF. Rasanya terpuaskan dengan melihat adegan suami istri.

Suatu saat setelah aku nonton film BF dikos-kosan, tiba-tiba rani datang rani datang ke kost. Waktu itu aku lagi nonton sendirian dan teman-teman kos lagi pergi cari makan siang. Karena birahiku udah puncak-puncaknya, saya minta rani masuk ke kamar kosku. Rani menolak, tetapi entah kenapa aku nekat menarik tangannya sambil menutup mulut Rani supaya tidak teriak. Pintu rumah berhasil aku kunci, dan Rani makin berontak. Baju rani tertarik sehingga sobek, payudara rani yag montok terlihat jelas. Menambah gairah ku bertambah. Karena Rani tidak mau diam, mulutnya aku sumbat dengan kaos oblong. Kuciumi buah dadanya yang sudah tidak ber BH itu. Kusingkat roknya dan kuturunkan celana dalamnya. Rani menangis sambil menggelengkan kepalanya. Mungkin ia pingin Aku tidak melakukan perbuatan setan itu. Tapi pikiranku udah kalut, penis pun sudah tegang sekali.

Akhirnya, kejadian itu berlangsung. Alat kejantananku menghujam keras ke dalam vagina Rani. Rani menjerit tetapi ketahan kaos oblong di mulut. AKu makin beringas setelah merasakan sensasi yang lebih dasyat dibanding nonton BF. Akhirnya cairan spermaku menyembur di dalam liang vagina Rani. Rani kelihatan sudah pasarah dan hanya air mata yang membasahi kasur dan bercak darah keperawanan Rani.

Perbuatan bejatku, akhirnya berbuah kehamilan Rani. Setelah ku perkosa, aku berjanji untuk tanggung jawab. Rani dengan menyesal menangis, tetapi sedikit terhibur dengan janjiku. Setalah sebulan, aku sudah pergi jauh dari kota Rani, dan mencari nafkah di pulau lain. Maaf Rani, Aku belum siap menjadi suamimu.





Perkosa Istri Sendiri Bareng Teman

24 09 2010


Sebenarnya aku juga tak pernah membayangkan bahwa aku aku akan memperkosa istriku sendiri bersama 3 orang lain dan membagi cerita dewasa ini.

Reni namanya, umur 27 tahun, lima tahun lebih muda dariku, kulitnya putih mulus, rambut panjang agak bergelombang dan mata yang bulat indah. Ia seorang wanita yang terkenal alim sejak dulu, santun dalam tingkah laku, selera berpakaiannya pun tinggi, ia tidak suka mengumbar kemulusan tubuhnya walau dikaruniai body yang aduhai dengan payudara yang montok. Dari sekian banyak lelaki, akhirnya akulah yang beruntung mendapatkannya sebagai istri. Aku tahu, banyak lelaki lain yang pernah menidurinya dalam mimpi atau menjadikannya objek masturbasi mereka. Tetapi, aku bukan hanya bermimpi. Aku bahkan betul-betul menidurinya kapanpun aku mau. Ia juga membantuku masturbasi saat ia datang bulan. Cintaku padanya belum berubah, yang berubah hanya caraku memandangnya. Tiba-tiba, entah kapan dan bagaimana awalnya, aku selalu membayangkan Reni dalam dekapan lelaki lain. Entah aku sudah gila atau bagaimana, rasanya benar-benar excited membayangkan payudara dan vaginanya dalam genggaman telapak tangan pria lain, terutama yang bertampang kasar dan status sosialnya di bawahnya.

Setelah melalui beberapa pertimbangan dan pembicaraan-pembicaraan santai yang makin mengarah ke serius, akhirnya kudapatkan juga tiga orang yang kurasa pas untuk mewujudkan kegilaanku. Orang pertama, Aldo, adalah office boy di kantor tempatku bekerja. Orangnya masih berumur 23 tahun, berperawakan kurus tinggi dengan kumis tipis. Dia sering membantuku dan tugas-tugas yang pernah kupercayakan padanya pun selalu rapi. Pada jam istirahat atau lembur kami sering ngobrol dan merokok bersama, dan dalam suatu obrolan lah aku mengungkapkan ide gilaku padanya. Sifatnya agak pemalu dan pendiam sehingga tidak banyak teman.Menurut pengakuannya, ia belum pernah berpacaran apalagi main perempuan.

“Ya boleh juga lah Bos, sapa tau seperti kata Bos, bisa bikin saya lebih berani ke cewek hehehe” katanya menanggapi permintaanku.

Orang kedua Bob, seorang temanku di perusahaan tempatku bekerja dulu, seorang pria berusia 40 tahun lebih. Aku berpikir dia pas untuk tugas gila ini begitu melihatnya terutama perutnya yang gendut. Aku memang kadang mengkhayalkan wajah Reni yang lembut dikangkangi seorang lelaki gendut. Bob mengaku tertarik dengan tawaranku lantaran ia punya seorang karyawati cantik yang belum berhasil ditaklukannya. Ia memperlihatkan foto gadis itu kepada kami yang memang harus diakui cantik. Kata Bob, ia sudah berulangkali mencoba merayu gadis itu untuk melayaninya, tetapi gadis itu selalu menolaknya.

“Setelah bermain-main dengan Reni, aku ingin kalian membantuku memperkosa si Lia ini” katanya.
Orang ketiga bernama Jaelani yang direkomendasikan oleh Bob. Ia adalah sopir perusahaan di tempat kerja Bob, tubuhnya kekar, kulitnya hitam, kumis di atas bibirnya menambah sangar wajahnya yang memang sudah seram itu. Melihatnya, aku langsung membayangkan Reni menjerit-jerit lantaran vaginanya disodok penis pria seperkasa Jaelanni ini.

“Saya udah lima tahun cerai, selama ini mainnya sama perek kampung aja kalau lagi sange, kalau ngeliat yang cantik kaya istri Abang ini wah siapa ga kepengen Bang” sahutnya antusias ketika kuperlihatkan foto Reni di HP-ku.

“OK deh, minggu depan kita beraksi. Silakan kalian puaskan diri dengan istriku. Nanti hari H min satu kita atur lagi lebih dalam rencananya! kataku mengakhiri pertemuan.

H – 1

Sehari sebelum hari yang direncanakan tiba, kami berempat berkumpul lagi di rumah kontrakan Jaelani untuk membahas apa yang harus dilakukan. Akhirnya, ide Bob yang kami pakai. Idenya adalah menculik istriku dan membawanya ke villa Bob yang besar dan terletak di luar kota. Bob menjamin, teriakan sekeras apapun tak akan terdengar keluar villanya itu, selain itu suasananya pun jauh dari keramaian kota sehingga aman untuk melakukannya. Kami semua sepakat dan mulai membagi tugas. Aku tak sabar menunggu saatnya mendengar jeritan kesakitan Reni diperkosa ketiga pria ini.

Hari H

Hari yang disepakati pun tiba. Aku tahu, pagi itu Reni akan ke rumah temannya. Aku tahu kebiasaannya. Setelah aku berangkat kantor, ia akan mandi. Hari itu ia memakai gaun terusan krem bermotif bunga-bunga. Sebenarnya aku tidak ke kantor, tetapi ke rumah Bob. Di sana, tiga temanku sudah siap. Kamipun meluncur ke rumahku dengan mobil van milik Bob. Sekitar sepuluh menit lagi sampai, kutelepon Reni.

“Sudah mandi, sayang ?” kataku.

“Barusan selesai kok” sahutnya.

“Sekarang lagi apa?”

“Lagi mau pake baju, hi hi…” katanya manja.

“Wah, kamu lagi telanjang ya ?”

“Hi hi… iya,”

“Cepat pake baju, ntar ada yang ngintip lho !” kataku.

“Iya sayang, ini lagi pake BH,” sahutnya lagi.

“Ya udah, aku kerja dulu ya, cup mmuaachh…” kataku menutup telepon.

Tepat saat itu mobil Bob berhenti di samping rumahku yang tak ada jendelanya. Jadi, Reni tak akan bisa mengintip siapa yang datang. Bob, Aldo dan Jaelani turun, langsung ke belakang rumah. Kuberitahu mereka tentang pintu belakang yang tak terkunci. Aku tak perlu menunggu terlalu lama. Kulihat Aldo sudah kembali dan mengacungkan jempolnya. Cepat kuparkir mobil Bob di garasiku sendiri.

“Matanya sudah ditutup Do?” kataku.

“Sudah bos. Mbak Reni sudah diikat dan mulutnya disumpel. Tinggal angkut” katanya.

Memang, kulihat Bob dan Jaelani sedang menggotong Reni yang tengah meronta-ronta. Istriku yang malang itu kini terikat tak berdaya. Kedua tangannya terikat ke belakang. Aku siap di belakang kemudi. Kulirik ke belakang, tiga lelaki itu memangku Reni yang terbaring di jok tengah.

“Ha ha… step one, success!” kata Bob.

Aku menelan liurku ketika rok Reni disingkap sampai ke pinggang. Tangan mereka saling berebut menjamah pahanya yang putih mulus. Bob bahkan telah menurunkan bagian dada Reni yang agak rendah sehingga sebelah payudaranya yang masih terbungkus bra hitam menyembul keluar. Lalu, ia menurunkan cup bra itu. Mata ketiganya seolah mau copot melihat payudara 34B Reni yang bulat montok dengan puting coklat itu. Bob bahkan langsung melumat bongkahan kenyal itu dengna bernafsu embuat Reni merintih-rintih. Gilanya, aku malah sangat menikmati pemandangan itu.

“Udah Bang, sekarang berangkat aja dulu” kata Jaelani sambil jarinya mulai merambahi selangkangan Reni dan mengelusi vaginanya dari luar celana dalamnya.
Setelah empat puluh menit perjalanan tibalah kami di villa Bob yang besar. Kami mengikat Reni di ranjang dengan tangan terentang ke atas. Si sopir, Jaelani, tengah memeluknya dari belakang, meremas payudara dan pangkal pahanya.

“Pak Bob merokok kan? Reni benci sekali lelaki perokok. Saya pingin ngelihat dia dicium lelaki yang sedang merokok. Saya juga pengen Pak Bob meniupkan asap rokok ke dalam memeknya,” bisikku kepada Bob.

Bob mengangguk sambil menyeringai. Aku lalu mengambil posisi yang tak terlihat Reni, tapi aku leluasa melihatnya. Kulihat Bob sudah menyulut rokoknya dan kini berdiri di hadapan Reni. Dilepasnya penutup mata Reni. Mata sendunya berkerjap-kerjap dan tiba-tiba melotot. Rontaan Reni makin menjadi ketika Bob menjilati pipinya yang halus. Apalagi, kulihat tangan Jaelani tengah mengobok-obok vaginanya. Pinggul Reni menggeliat-geliat menahan nikmat.

“Bang nggak bosen-bosen mainin memek Mbak Reni,” tanya Aldo yang duduk di sebelahku sambil memainkan penisnya.

“Lho, kok kamu di sini. Ayo direkam sana!” kataku menepuk punggungnya.

“Oh iya. Lupa!” kata Aldo sambil cengengesan.

Bob menarik lepas celana dalam Reni yang menyumbat mulutnya.

“Lepaskaaaan…. mau apa kalian… lepaskaaaan!” langsung terdengar jerit histeris Reni yang marah bercampur takut.

“Tenang Mbak Reni, kita cuma mau main-main sebentar kok,” kata Bob sambil menghembuskan asap rokok ke wajah cantiknya.

Kulihat Reni melengos dengan kening berkerut.

“Ya nggak sebentar banget, Mbak. Pokoknya sampe kita semua puas deh!” kata Aldo.

Ia berjongkok di hadapan Reni. Diarahkannya kamera ke bagian bawah tubuh Reni, ia mengclose-up jari tengah Ben yang sedang mengobok-obok vagina istriku.

“Memek Mbak rapet sih. betah nih saya maenan ini seharian,” timpal Jaelani.

“Aaakhhh… binatang…lepaskaaann…nngghhhh!” Reni meronta-ronta dan menangis

Telunjuk Aldo ikut-ikutan menusuk ke dalam vaginanya. Kulihat Bob menghisap rokok Jie Sam Soe-nya dalam-dalam. Tangan kirinya meremas-remas payudara kanan Reni yang telah terbuka

“Lepaskaaaan… jangaaann….setaan….mmmfff…..mmmmfffff….mmmpppfff… .” jeritan Reni langsung terbungkam begitu Bob melumat bibirnya dengan buas.

Mata Reni mendelik. Kulihat asap mengepul di antara kedua bibir yang berpagut itu. Al

mengclose-up ciuman dahsyat itu. Ketika Bob akhirnya melepaskan kuluman bibirnya, bibir Reni terbuka lebar. Asap tampak mengepul dari situ. Lalu Reni terbatuk-batuk.

“Ciuman yang hebat, Jeng Reni. Sekarang aku mau mencium memekmu,” kata Bob.

Reni masih terbatuk-batuk. Wajahnya yang putih mulus jadi tampak makin pucat. Bob berlutut di hadapan Reni. Jaelani dan Aldo membantunya membentangkan kedua kaki Reni lebih lebar.

“Wow, memek yang hebat,” kata Bob sambil mendekatkan ujung rokok yang menyala ke rambut kemaluan Reni yang tak berapa lebat.

Sekejap saja bau rambut terbakar menyebar di ruangan ini. Bob lalu menyelipkan bagian filter batang rokoknya ke dalam vagina Reni. Istriku masih terbatuk-batuk sehingga terlihat batang rokok itu kadang seperti tersedot ke dalam. Tanpa disuruh, Aldo meng-close-upnya dengan handycam. Bob lalu melepas rokok itu dari jepitan vagina Reni. Dihisapnya dalam-dalam. Lalu, dikuakkannya vagina Reni lebar-lebar. Mulutnya langsung merapat ke vagina Reni yang terbuka.

“Uhug…uhug…aaaakkhhh… aaaaakkhhh….aaaaakkkhhhh…” Reni menjerit-jerit histeris. Bob tentu sudah mengembuskan asap rokoknya ke dalam vagina istriku.

“Aaakhhhh… panaaassss….adududuhhhh….” Reni terus menjerit dan meronta-ronta. Kulihat Bob melepaskan mulutnya dari vagina istriku.

Sementara Aldo mengclose up asap yang mengepul dari vagina Reni. Reni semakin menangis ketakutan.

Bob bangkit dan menjilati sekujur wajahnya. Lalu dengan gerak tiba-tiba ia mengoyak bagian dada istriku. Reni memekik ketika Bob merenggut putus bra-nya yang telah tersingkap. Ia terus menangis saat Bob mulai menjilati dan mengulum putingnya. Kulihat Jaelani kini berdiri di belakang istriku. Penisnya yang besar itu telah mengacung dan siap beraksi. Ia menoleh ke arahku, seolah minta persetujuan. Aku mengacungkan ibu jari, tanda persetujuan. Tak sabar aku melihat istriku merintih-rintih dalam persetubuhan dengan lelaki lain. Kuberi kode kepada Aldo, si office boy, agar mendekat.

“Tolong tutup lagi matanya. Gua pengen ingin dia menelan sperma gua soalnya selama ini dia belum pernah” kataku

Al mengangguk dan segera melakukan perintahku. Setelah yakin Reni tak bisa melihatku, aku pun mendekat.

“Aaakkhhh….aaakkkhhh….. jangaaaannn….!” Reni menjerit lagi, kali ini lantaran penis Jaelani yang besar mulai menusuk vaginanya.

Kulihat baru masuk setengah saja, tapi vagina Reni tampak menggelembung seperti tak mampu menampung penis itu. Kulepaskan ikatan tangan Reni tapi kini kedua tangannya kuikat ke belakang tubuhnya. Penis si sopir masih menancap di vaginanya. Jaelani kini kuberi isyarat agar duduk di lantai. Berat tubuh Reni membuat penis Jaelani makin dalam menusuk vaginanya. Akibatnya Reni menjerit histeris lagi. Tampaknya kali ini ia betul-betul kesakitan. Aku sudah membuka celanaku. Penisku mengacung ke hadapan wajah istriku yang cantik ini. Reni bukannya tak pernah mengulum penisku. Tapi, selalu

saja ia menolak kalau kuminta spermaku tertumpah di dalam mulutnya.

“Jijik ah, Mas,” katanya berkilah.

Tetapi kini ia akan kupaksa menelan spermaku. Kutekan kepalanya ke bawah agar penis si sopir masuk lebih jauh lagi sehingga Reni makin histeris. Saat mulutnya terbuka lebar itulah kumasukkan penisku, jeritannya pun langsung terbungkam. Aku berharap Reni tak mengenali suaminya dari bau penisnya. Ughhhh… rasanya jauh lebih nikmat dibanding saat ia mengoral penisku dengan sukarela. Kupegangi bagian belakang kepalanya sambil kugerakkan maju mundur pinggulku. Sementara Jaelani juga sudah semakin ganas menyentak-nyentak penisnya pada vagina istriku. Reni mengerang-erang, dari sela kain penutup matanya kulihat air matanya mengalir deras. Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi. Kutahan kepalanya ketika akhirnya spermaku menyembur deras ke dalam rongga mulut istriku yang kucintai. Kutarik keluar penisku, tetapi langsung kucengkeram dagunya yang lancip. Di bawah, Bob dan Aldo menarik kedua puting istriku.

“Ayo, telan, banyak proteinnya nih Mbak, sehat loh” kata Bob.

Akhirnya memang spermaku tertelan, meski sebagian meleleh keluar di antara celah bibirnya. Nafas Reni terengah-engah di antara rintihan dan isak tangisnya. Ben masih pula menggerakkan pinggangnya naik turun.

Aku duduk bersila menyaksikan istriku tengah dikerjai tiga pria bertampang jelek. Penis Jaelani masih menancap di dalam vagina Reni. Kini Bob mendorong dada Reni hingga ia rebah di atas tubuh tegap sopir itu. Ia kini langsung mengangkangi wajah Reni. Ini dia yang sering kubayangkan. Wajah cantik Reni terjepit pangkal paha lelaki gendut itu. Kuambilalih handycam dari tangan Aldo, lalu kuclose up wajah Reni yang menderita. Reni menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menjerit-jerit. Tetapi, jeritannya langsung terbungkam penis Bob. Kedua tangan kekar Jaelani menggenggam payudara Reni. Meremas-remasnya dengan kasar dan berkali-kali menjepit kedua putingnya. Dari depan kulihat, tiap kali puting Reni dijepit keras, vaginanya tampak berkerut seperti hendak menarik penis Ben makin jauh ke dalam. Aldo tak mau ketinggalan. Ia kini mencari klitoris Reni. Begitu ketemu, ditekannya dengan jarinya dengan gerakan memutar. Sesekali, bahkan dijepitnya dengan dua jari. Terdengar Reni mengerang-erang, tubuhnya mengejang seperti menahan sakit.

“Boleh aku gigit klitorisnya?” tanya Aldo padaku sambil berbisik.

“Boleh, asal jangan sampai luka,” sahutku sambil mengarahkan handycam ke vagina istriku.

Office boy pemalu ini betul-betul melakukannya. Mula-mula dijilatinya bagian sensitif itu. Lalu, kulihat klitoris istriku terjepit di antara gigi-gigi Aldo yang tidak rata. Ditariknya menjauh seperti hendak melepasnya. Kali ini terdengar jerit histeris Reni.

“Aaaaakkhhhh….saakkkkiiiittt…” rupanya Bob saat itu menarik lepas penisnya lantaran Jaelani ingin berganti posisi. Jaelani memang kemudian berdiri sambil mengangkat tubuh Reni pada kedua pahanya. Penisnya yang besar masih menancap di vagina istriku. Terus terang aku iri melihat penisnya yang besar itu. Reni terus menjerit-jerit dalam gendongan Jaelani yang ternyata membawanya ke atas meja. Diturunkannya Reni hingga kini posisinya tertelungkup di atas meja. Kedua kakinya menjuntai ke bawah dan kedua payudaranya tepat di tepi meja.

“Kita teruskan lagi, ya Mbak. Memek Mbak kering sekali, jadi lama selesainya,” kata si sopir

Ia menusukkan dua jari ke vagina Reni sehingga tubuh istriku itu menggeliat.

“Sudaaahh…. hentikaaan…kalian…bangsat!” teriaknya di sela isak tangisnya.

“Iya Mbak, maafkan kami yang jahat ini ya?” sahut Jaelani sambil kembali memperkosa istriku.

Suara Reni sampai serak ketika ia menjerit histeris lagi. Tapi tak lama, Bob sudah menyumpal mulutnya lagi dengan penisnya. Dalam posisi seperti itu, si sopir betul-betul mampu mengerahkan kekuatannya. Tubuh Reni sampai terguncang-guncang. Kedua payudaranya berayun ke muka tiap kali Ben mendorong penisnya masuk. Lalu, kedua gumpalan daging kenyal itu berayun balik membentur tepi meja. Payudara Reni yang putih mulus kini tampak memerah. Jaelani terlihat betul-betul kasar, mungkin Reni adalah wanita tercantik yang pernah disetubuhinya sehingga tak heran ia begitu bernafsu. Saat ia terlihat hampir sampai puncak, Bob berseru kepadanya,

“Buang ke mulutnya dulu. Nanti putaran kedua baru kita buang ke memeknya,” kata Bob.

Jaelani mengangguk lalu ia bergerak ke depan Reni. Vagina Reni tampak menganga lebar, tetapi sejenak saja kembali merapat. Bob dengan cepat menggantikan posisi Jaelani. Penisnya kini menyumpal mulut Reni. Ia menggeram keras sambil menahan kepala Reni.

“Ayo, telen spermaku ini… Uuughhhh….yah…. telaaannn…..” si sopir meracau.

Jaelani baru melepaskan penisnya setelah yakin Reni benar-benar menelan habis spermanya. Reni terbatuk-batuk, sopir itu mengusapkan penisnya yang berlumur spermanya sendiri ke hidung Reni yang mancung.

“Uuggghhh….nggghhhhhh…..” Reni merintih.

Tak menunggu lama, kini giliran Bob menyetubuhi Reni. Reni tampaknya tak kesakitan seperti saat diperkosa si sopir. Mungkin karena penis Bob lebih kecil.

“Aiaiaiaiiiii…. jangaaan…. aduhhhh…. sakiiit….” tiba-tiba Reni mendongak dan menjerit kesakitan.

“Anusmu masih perawan ya ? Nanti aku ambil ya ?” katanya.

Ternyata, sambil menancapkan penisnya ke vagina Reni, Bob menusukkan telunjuknya ke anus Reni.

Kudekati Bob seraya berkata,

“Jangan sekarang, pak Bob. Aku juga ingin merasakan menyodominya. Aku belum pernah memasukkan kontolku ke situ,” bisikku.

“Oke, setelah suaminya, siapapun boleh kan?” sahutnya juga dengan berbisik.

Aku mengangguk. Bob tak mau kalah dengan Jaelani. Ia juga menancapkan penisnya dengan kasar, cepat dan gerakannya tak beraturan. Bahkan, sesekali ia mengangkat sebelah kaki Reni dan memasukkan penisnya menyamping. Saat bersetubuh denganku, biasanya posisi menyamping itu bisa membuat Reni melolong-lolong dalam orgasme.

Tapi, kali ini yang terdengar adalah rintihan dan jerit kesakitan. Saat aku mulai merasa kasihan padanya, jeritan itu berhenti. Aldo kini membungkam mulutnya dengan penisnya. Peluh membasahi sekujur tubuh Reni. Bob sudah menumpahkan sperma ke dalam mulutnya. Tubuh Reni terkulai lemas karena kelelahan, keringat bercucuran di tubuhnya yang mulus. Tetapi, kulihat ia masih sadar. Aldo membopongnya ke kasur busa yang tergeletak di lantai. Reni diam saja ketika ikatan tangannya dilepas.

“Sebentar ya Mbak. Bajunya dilepas aja semua biar lebih enak ngentotnya” katanya sambil melucuti seluruh pakaian yang masih tersangkut di tubuh Reni. Reni kini berbaring terlentang di kasur busa tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Hanya arloji Fossil, kalung dan cincin kawin yang masih tersisa di tubuhnya. Ia tampak terisak-isak. Aldo kemudian mengikat kembali kedua tangan Reni menjadi satu ke kaki meja. Aku tertarik melihat Aldo yang sikapnya lembut dan agak malu-malu kepada Reni.

“Aduh kasihan, tetek Mbak sampai merah begini,” katanya sambil membelai-belai lembut kedua payudara istriku.

Dipilin-pilinnya juga kedua puting Reni dengan ujung jarinya. Reni menggeliat merasakan rangsangan menjalar ke seluruh tubuhya dari wilayah sensitif itu.

“Siapa yang menggigit ini tadi ?” tanya Aldo.

“Alaaaa, sudahlah, banyak cingcong amat kau ini…cepat masukkan kontol kau tuh ke memek cewek ini,” terdengar Bob berseru.

“Ah, jangan kasar begitu. Perempuan cantik gini harus diperlakukan lembut. Ya, Mbak Reni?” Al terus membelai-belai vagina Reni yang ditutupi bulu-bulu hitam lebat.

Kali ini ia menyentil-nyentil puting Reni dengan lidahnya, sesekali dikecupnya. Biasanya, Reni bakal terangsang hebat kalau kuperlakukan seperti itu dan tampaknya ia juga mulai terpengaruh oleh kelembutan Aldo setelah sebelumnya menerima perlakuan kasar.

“Unngghhh…. lepaskan saya, tolong. Jangan siksa saya seperti ini,” mohonnya.

Aldo tak berhenti, kini ia malah menjilati sekujur permukaan payudara istriku. Lidahnya juga terus bergerak ke ketiak Reni yang mulus tanpa rambut sehelaipun. Reni menggigit bibirnya menahan geli dan rangsangan yang mulai mengganggunya. Aldo mencium lembut pipinya dan sudut bibirnya. Aku sempat heran, katanya dia belum pernah menyentuh wanita, tapi kok mainnya sudah ahli begini, apakah kebanyakan nonton bokep? pikirku

“Jangan khawatir Mbak. Bersama saya, Mbak akan merasakan nikmat. Kalau Mbak sulit menikmatinya, bayangkan saja wajah suami Mbak,” kata Aldo sambil melanjutkan mengulum puting Reni. Kali ini dengan kuluman yang lebar hingga separuh payudara Reni terhisap masuk.

“MMmfff….. ouhhhhh….tidaaakk… saya tidak bisa… ” sahut Reni dengan isak tertahan. “Bisa, Mbak… Ini suami Mbak sedang mencumbu Mbak. Nikmati saja… ” Aldo terus

menyerang Reni secara psikologis.

Jilatannya sudah turun ke perut Reni yang rata. Dikorek-koreknya pusar Reni dengan lidahnya. Reni menggeliat dan mengerang lemah.

“Vaginamu indah sekali, istriku…” kata Aldo sambil mulai menjilati bibir vagina istriku. Reni mengerang lagi. Kali ini makin mirip dengan desahannya saat bercumbu denganku. Pinggulnya kulihat mulai bergerak-gerak, seperti menyambut sapuan lidah office boy itu pada vaginanya. Ia terlihat seperti kecewa ketika Aldo berhenti menjilat. Tetapi, tubuhnya bergetar hebat lagi saat pemuda itu dengan pandainya menjilat bagian dalam pahanya. Aku acungkan ibu jari pada Aldo, itu memang titik sensitifnya. Aldo menjilati bagian dalam kedua paha Reni, dari sekitar lutut ke arah pangkal paha. Pada jilatan ketiga, Reni merapatkan pahanya mengempit kepala si office boy dengan desahan yang menggairahkan.

“Iya Reni, nikmati cinta suamimu ini,”

Aldo terus meracau, direnggangkannya kembali kedua paha Reni. Kini lidahnya langsung menyerang ke pusat kenikmatan Reni. Dijilatinya celah vagina Reni dari bawah, menyusurinya dengan lembut sampai bertemu klitoris.

“Ooouhhhhhh…. aahhhh…. am…phuuunnn….” Reni merintih menahan nikmat. Apalagi, Aldo kemudian menguakkan vaginanya dan menusukkan lidahnya ke dalam sejauh-jauhnya.

Reni makin tak karuan. Kepalanya menggeleng-geleng. Giginya menggigit bibirnya, tapi ia tak kuasa menahan keluarnya desahan kenikmatan. Apalagi Aldo kemudian dengan intens menjilati klitorisnya.

“Ayo Mbak Reni, nikmati…. nikmati… jangan malu untuk orgasme…” kata Aldo, lalu tiba-tiba ia menghisap klitoris Reni. Akibatnya luar biasa. Tubuh Reni mengejang, dari bibirnya keluar rintihan seperti suara anak kucing. Tubuh istriku terguncang-guncang ketika ledakan orgasme melanda tubuhnya.

“Bagus Mbak, puaskan dirimu,” kata Al, kali ini sambil menusukkan dua jarinya ke dalam vagina istriku, keluar masuk dengan cepat.

“Aaakkhhhh….aaauuunnghhhhhh…” Reni melolong, lalu ia menangis merasa terhina karena menikmati perkosaan atas dirinya.

Aldo memperlihatkan dua jarinya yang basah oleh cairan dari vagina istriku. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah istriku. Dijilatnya pipi istriku.

“Oke Mbak, kamu diperkosa kok bisa orgasme ya ? Nih, kamu harus merasakan cairan memekmu” katanya sambil memaksa Reni mengulum kedua jarinya.

Reni hanya bisa menangis. Ia tak bisa menolak kedua jari Aldo ke dalam mulutnya. Dua jarikupun masuk ke dalam vagina Reni dan memang betul-betul basah. Kucubit klitorisnya dengan gemas.

“Nah, sekarang aku mau bikin kamu menderita lagi,” kata Aldo yang lalu menempatkan dirinya di hadapan pangkal paha Reni.

Penisnya langsung menusuk jauh. Reni menjerit kesakitan. Apalagi Aldo memperkosanya kali ini dengan brutal. Sambil menyetubuhinya, Aldo tak henti mencengkeram kedua payudara Reni. Kadang ditariknya kedua putting Reni hingga istriku menjerit-jerit minta ampun. Seperti yang lain, Aldo juga membuang spermanya ke dalam mulut istriku. Kali ini, Reni pingsan saat baru sebagian sperma office boy itu ditelannya. Aldo dengan gemas melepas penutup mata Reni, lalu disemburkannya sisa spermanya ke wajah cantik istriku.
Satu jam kemudian

Reni sudah satu jam pingsan, aku menghampiri tubuhnya yang terkulai lemas dan sudah berlumuran keringat dan sperma itu.

“Biar dia istirahat dulu. Nanti suruh dia mandi. Kasih makan. Terus lanjutkan lagi kalau kalian masih mau,” kataku sambil menghisap sebatang rokok.

“Ya masih dong, bos. Baru juga sekali,” sahut Jaelani sambil tangannya meremas-remas payudara Reni.

“Iya, gua kan belum nyoba bo’olnya” timpal Bob sambil jarinya menyentuh anus Reni. “Oke, terserah kalian. Tapi jam dua siang dia harus segera dipulangkan,” kataku.

Tiba-tiba Reni menggeliat. Cepat aku pindah ke tempat tersembunyi. Apa jadinya kalau dia melihat suaminya berada di antara para pemerkosanya? Kulihat Reni beringsut menjauh dari tiga temanku yang hanya memandanginya. Rambut panjangnya yang indah sudah agak berantakan, ia menyilangkan tangan menutupi tubuh telanjangnya. Tentu itu tak cukup untuk menutupinya malah membuat ketiga pria itu semakin bergairah padanya. Jaelani berdiri mendekatinya, lalu mencengkeram lengannya dan menariknya berdiri.
“Jangan… saya nggak sanggup lagi. Apa kalian belum puas?!” Reni memaki-maki.

“Belum ! Tapi sekarang Mbak harus mandi dulu supaya memeknya ini bersih!” bentak sopir itu sambil tangan satunya mencengkeram vagina Reni.

Reni menjerit-jerit waktu pria itu menyeretnya ke halaman belakang. Ternyata mereka akan memandikannya di ruang terbuka. Kulihat Jaelani menarik selang panjang dan langsung menyemprotkannya ke tubuh telanjang Reni. Reni menjerit-jerit, berusaha menutupi payudara dan vaginanya dengan kedua tangannya. Bob lalu mendekat, menyerahkan sepotong sabun kepada Reni.

“Kamu sabunan sendiri apa aku yang nyabunin?” tanyanya.

Reni tampak ragu.

“Cepat, sabunan Mbak, kan dingin” seru Aldo.

Semprotan air deras diarahkannya tepat mengenai pangkal paha Reni. Reni perlahan mulai menyabuni tubuhnya. Ia terpaksa menuruti perintah mereka untuk juga menyabuni payudara dan vaginanya.

Tak tahan hanya menonton saja, Bob akhirnya mendekati istriku.

“Begini caranya nyabunin memek!” katanya sambil dengan kasar menggosok-gosok

vagina Reni.

Reni menjerit kecil ketika Bob mendekap tubuhnya dan tangannya mulai menggerayangi tubuhnya yang licin oleh sabun. Mulut pria gemuk itu juga menciumi pundak dan leher istriku. Tak lama kemudian, acara mandi akhirnya selesai. Mereka menyerahkan sehelai handuk kepada Reni. Reni segera menggunakannya untuk menutupi tubuhnya.

“Hey, itu bukan untuk nutupin badanmu. Itu untuk mengeringkan badan,” bentak Jaelani.

“Kalau sudah bersih, kita terusin lagi ya Mbak, enak sih!” kata Aldo

“Aiiihhh…” Reni memekik karena Aldo sempat-sempatnya mencomot putingnya.

“Kalau sudah handukan, susul kami ke meja makan. Kamu harus makan biar kuat,” lanjut Bob sambil meremas bokong Reni yang bundar!

Kulihat Reni telah selesai mengeringkan tubuhnya. Ia mematuhi perintah mereka, tanpa mengenakan apapun ia melangkahkan kakinya ke ruang makan. Betul-betul menegangkan melihat istriku berjalan di halaman terbuka dengan tanpa mengenakan apapun. Sensasinya makin luar biasa karena dalam keadaan seperti itu ia kini berjalan ke arah tiga lelaki yang tengah duduk mengitari meja makan. Mereka betul-betul sudah menguasai istriku. Kulihat Reni menurut saja ketika diminta duduk di atas meja dan kakinya mengangkang di hadapan mereka. Posisiku di belakang teman-temanku, jadi akupun dapat melihat vagina dan payudara Reni yang terbuka bebas. Bob mendekatkan wajahnya ke pangkal paha Reni. Kulihat ia menciumnya.

“Nah, sekarang memekmu sudah wangi lagi,” katanya.

Reni menggigit bibirnya dan memejamkan mata.

“Teteknya juga wangi,” kata Aldo yang menggenggam sebelah payudara Reni dan mengulum putingnya.

“Ngghhh… kenapa kalian lakukan ini pada saya,” rintih Reni.

“Mau tahu kenapa ?” tanya Bob, jarinya terus saja bergerak sepanjang alur vagina Reni.

Aku tegang. Jangan-jangan mereka akan membongkar rahasiaku.

“Sebetulnya, yang punya ide semua ini adalah Mr X,” kata Bob.

Aku lega mendengarnya.

“Siapa itu Mr X ?” tanya Reni.

“Kamu kenal dia. Dia pernah disakiti suamimu. Jadi, dia membalasnya pada istrinya,” jelas Bob.

“Tapi Mr X tak mau kamu mengetahui siapa dia. Itu sebabnya tiap dia muncul, matamu ditutup.” lanjut Bob.

“Sudah, Bos, biar Mbak Reni makan dulu. Dia pasti lapar habis kerja keras,” sela Ben.

“Maaf ya Mbak Reni. Kami nggak punya nasi. Yang ada cuma ini,” kata Ben sambil menyodorkan piring berisi beberapa potong sosis dan pisang ambon. Ben lalu mengambilkan sepotong sosis.

“Makan Mbak, dijilat dan dikulum dulu, seperti tadi Mbak mengulum kontol saya,” katanya.

Tangan Reni terlihat gemetar ketika menerima sepotong sosis itu. Dengan ragu-ragu ia menjilatinya, mengulumnya lalu mulai memakannya sepotong demi sepotong. Habis sepotong, Aldo mengupaskan pisang Ambon lalu didekatkannya dengan penisnya yang mengacung.

“Pilih pisang yang mana, Mbak ?” goda Aldo, “ayo ambil,” lanjutnya.

Reni menggerakan tangannya hendak mengambil pisang namun Aldo menangkap pergelangannya dan memaksa Reni menggenggam penisnya.

“Biar saya suap, Mbak pegang pisang saya saja,” katanya.

“Tangannya lembut banget nih” kata Aldo.

Jaelani tak mau kalah, ia menarik sebelah tangan Reni dan memaksanya menggenggam penisnya yang besar. Sementara Reni menghabiskan sedikit demi sedikit pisang yang disuapkan Aldo. Sepotong pisang itu akhirnya habis juga. Bibir Reni tampak belepotan. Bob yang sedang merokok kemudian mencium bibir Reni dengan bernafsu. Reni mengerang-erang dan akhirnya terbatuk-batuk saat Bob melepaskan ciumannya.

“Sudah…uhukkk… sudah cukup,” kata Reni dengan nafas terengah-engah.

“Eee ini masih banyak. Sekarang kita haus nih, Mbak harus temenin kita minum,” kata Bob.

“Tapi gelasnya kurang ya?” sahut Jaelani sambil merenggangkan paha Reni.

Reni meronta-ronta tetapi Aldo dan Bob memeganginya. Jaelani membuka sebotol bir lalu menumpahkan seluruh isinya ke tubuh telanjang Reni hingga basah.

“Hmmm…ini baru maknyus namanya!” kata Bob sambil mendorong tubuh Reni hingga terbaring telentang di meja.

Reni terisak-isak, ia merasakan dinginnya bir itu di sekujur tubuhnya, juga jilatan-jilatan lidah dan tangan-tangan para pria itu yang merangsang setiap titik di tubuhnya. Bob menyeruput bir yang tertumpah di vagina gadis itu hingga terdengar bunyi sruput yang rakus.

“Cara baru minum bir, suegerr!!!” sahut Jaelani yang asyik menyeruput bir pada payudara istriku.

Adegan selanjutnya tak urung membuatku kasihan pada Reni. Mereka membawanya ke halaman belakang dan memperkosanya di atas rumput secara beramai-ramai. Sperma mereka bercipratan bukan saja di dalam vagina Reni, tapi juga di tubuhnya. Begitu usai, mereka membaringkan Reni yang sudah tak sadarkan diri di atas sofa. Kulihat kondisi Reni sudah betul-betul berantakan, bekas-bekas cupangan terlihat di kulitnya yang putih terutama di payudara, leher dan pundaknya, sperma berceceran di hampir seluruh tubuhnya mulai dari vagina hingga wajahnya, rambut panjangnya pun tidak luput dari cipratan cairan kental itu. Kami mengangkut tubuh telanjang Reni ke kamar mandi dan membersihkannya dengan shower lalu memakaikan kembali pakaiannya. Reni masih belum sadar akibat perkosaan brutal tadi. Kami menaikkannya ke mobil dan kembali ke ibukota. Sampai di Jakarta, Reni mulai bangun, terdengar suara melenguh dari mulutnya. Matanya masih dalam keadaan tertutup karena aku tidak ingin dia melihatku. Bob mengancamnya agar tidak menceritakan kejadian hari ini pada siapapun kalau tidak ingin rekaman perkosaan tadi bocor dan mempermalukan dirinya dan keluarganya. Reni hanya bisa mengangguk dengan terisak-isak. Kami menurunkannya di depan rumah lalu aku segera tancap gas menjauhi rumahku.
Jam sembilan malam

Aku tiba di rumah dan setelah memarkirkan mobil di garasi aku masuk ke rumah dan memanggil nama istriku, berpura-pura seolah tidak terjadi apapun.

“Ren…Renn!!” aku mengeraskan suaraku karena tidak ada yang keluar ataupun membalas sahutanku

“Renn…lu dimana!” panggilku lagi

‘Cklik!” tiba-tiba kamar mandi lantai satu di sebelahku membuka, Reni keluar dari sana.

“Iya Mas, sori saya sakit perut” katanya, “O ya mas, hari ini gak sempat masak, tadi di jalan pulang macet banget, jadi beli makanan di luar, saya panasin sekarang ya Mas”

Kulihat matanya sembab, tapi ia berusaha tersenyum di depanku. Ketika makan malam ia lebih diam dari biasanya namun berusaha menanggapi obrolanku. Kupeluk pinggangnya yang ramping ketika ia sedang mencuci piring sehabis makan dan kubisikkan kata-kata mesra di telinganya. Biasanya aksi ini berlanjut hingga ke hubungan intim baik kilat maupun long time. Namun kali ini ia menepisnya.

“Jangan Mas, jangan hari ini, saya cape, tolong ya…please!” katanya dengan tatapan memohon.

Akupun mengerti karena tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kupeluk dia dengan mesra dan kucium keningnya

“I love you honey!” ucapku dekat telinganya
“Sori banget Ren, lu emang istri yang baik, ga mau orang lain ikut cemas dan susah, gua janji ini ga akan terjadi lagi” kataku dalam hati sambil mempererat pelukanku.





Bercinta Dengan Istri Pejabat

22 09 2010

Menjadi pejabat memiliki banyak godaan sealin korupsi tentu perselingkuhan dan akhirnya nikah siri, tak heran banyak pejabat kita memiliki istri muda, tak ingin berzinah, para pejabatpun memilih untuk menikah dengan istri muda. Istri muda yang menjadi simpanan pejabat harus rela untuk di tinggal, karena itu banyak dari simpanan pejabat tak bisa menyalurkan birahi, dan akhirnya perselingkuhan pun terjadi.

Aku seorang lelaki dengan umur 24 tahun, orang bilang aku lumayan tampan dengan potongan rambut yang selalu pendek..tubuh ku agak kecil tinggiku 160 dengan berat badan 55 kg jadi yah lumayan kurus namun terlihat lincah….saat ini aku kuliah semester akhir di suatu perguruan tinggi swasta ternama di makassar..
Aku kuliah jurusan pariwisata yang tentunya banyak di huni oleh wanita-wanita cantik…
Namanya rani tubuhnya sangat indah, kulitnya putih, tinggi 165 dan penampilan sangat sexy….dia merupakan mahasiswi baru di jurusan ku, umurnya sekitar 20 tahun orangnya tampaknya lugu setiap dia lewat depan kelas ku dia selalu tersenyum….
Terus terang aku jadi penasaran untuk berkenalan sama dia namun aku juga merupakan cowok yang agak pemalu kalo berurusan dengan wanita karena mulai aku kuliah sampai saat ini aku belum punya pacar di kampus ini…kalau pacaran dengan perempuan nakal memang banyak namun kalo pacaran serius belum pernah…
Semakin hari perasaan ku semakin suka sama rani sehingga suatu sore aku beranikan berkenalan dengan dia ketika mau pulang kampus….
Ternyata nama aslinya Maharani, dia tinggal dekat dengan kampus bersama kedua orangtuanya sehingga dia pulang hanya berjalan kaki…
Perkenalannya amat singkat karena nampaknya dia tidak terlalu merespon dengan baik dia hanya menyebutkan namanya kemudian bla2x sedikit, lalu pulang…
Keesokan harinya kemudian aku menanyakan nomor hpx namun rani tidak memberikan dengan alasan hpx jarang dia aktifkan…aku hanya bingung karena dia langsung pergi…
Aku semakin penasaran karena rani semaki misterius….sulit untuk di ajak bicara….
Suatu sore aku mengikuti dia dari belakang menuju kerumahnya dan memang ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari dari kampus dan ternyata dia masuk kerumah besar yang merupakan rumah salah satu pejabat besar di kota ini….aku sempat kaget alo ternyatarani merupakan seorang anak pejaba…tapi kenapa dia begitu tertutup…seperti terasing dari yang lain…
Aku tetap menunggu beberapa saat dan kemudia tidak berapa lama pemilik rumah itu tiba dan langsung masuk kerumah sedangkan supir dan mobilnya keluar lagi entah kemana….
Rumah itu tanpak sepi…sampai sekitar 2 jam saya menunggu akhirnya saya putuskan untuk pulang karena tidak ada perkembangan…
Hampir satu minggu aku mengikuti rani pulang dan tidak ada perubahan semunya sama setiap harinya….
Akhirnya aku beranikan diri untuk pergi kerumahnya pada suatu malam…
Kira kira pukul setengah delapan aku tiba dirumah itu, ak sudah mempersiapkan alasan untuk meminjam buku anak semester satu sebagai bahan untuk tugas akhirku….
Aku membuka pagar dan langsung mengetuk pintu rumah…
Cukup lama kuketuk dan akhirnya seorang laki2 membukaka pintu yang ternyata pejabat itu….
“Malam pak….ada Rani” tanyaku agak gugup…
“ada perlu apa ya” suara pejabat itu agak parau
“saya teman kampusnya pak mau pinjam buku sama rani Karena ada tugas untuk besok.”
“oh….mari masuk..raninya lagi dikamar…mngkin lagi belajar..tunggu sebentar ya bapak panggilkan…” kemudian pejabat itu masuk keruangan dan tidak lamarani keluar dan tampak sangat terkejut ketika melihatku….
“oh kak dwi..ada apa kak..? kok tau rumah saya disini…?sama siapa…?”
Aku cukup kaget ditanya dengan banyak pertanyaan…
“satu-satu donk dek nanyax…jadi bingung nih mau jawab yang mana duluan,….”
“sory kak cuman kaget aja ternyata kakak yang dating….”jawab rani sambil tersenyum manis…
Gila cantik banget nih cewek…
“anu dek eh anu..cuman mau pinjam buku dasar2 pariwisata untuk bahan tugas akhir kakak…”
“oh…kakak mau lama atau sebentar disini…?”
“maksudnya dek..?”
“enggak kalo lama biar saya bikinin minuman…”?
“boleh dek sekaligus mau cerita cerita…gak papa kan..?”
“gak papa kebetulan saya juga lagi bete nih…”
Kemudian rani masuk kedapur…ternyata rani di rumah sangat berbeda dengan di kampus..dia sangat ramah….
Tak lama kemudian rani keluar dengan membewa segelas orange juice….
“Mari kak diminum..”
“ok thanks….disini ga ada pembantu ya…?”
“ga ada kak…kan ada saya…”
“yang tadi itu papa kamu ya..?”
“ehmmmm….iya kak tapi papa angkat….”
“ohhh…trus kayax kamu orang baru deh disini karena aku ga pernah liat kamu selama ini….padahal sudah empat tahun aku kuliah di dekat rumahmu…”
“iya kak…panjang banget ceritannya……”
“trus boleh di certain gak…?”
“nanti aja kak ya belum waktunya…? Kita ngobrol masalah kuliah aja ok..??”
“ok deh…”
Akhirnya kami mengobrol masalah kuliah dan temen-temen kampus Linda sampai jam setengah sepuluh…intinya tidak ada sama sekali informasi yang bisa ku peroleh tetang keluarga ini…dan itu mebuatku semakin penasaran….
Kemudian aku pamit pulang pada ayah angkatnya dan nampaknya ayah angkatnya tidak senang melihat aku….
Malam itu aku tidak langsung pulang namun diam-diam aku kembali menorobos masuk dan mencari celah untuk mencari tahu apa sebenarnya misteri di rumah ini….
Pekarangannya cukup luas namun tidak ada satpam dan nampak rumah ini sangat sepi seperti tidak berpenghuni….
Aku mengelilingi rumah itu dan akhirnya aku mendapatkan jendala yang masih terbuka di samping ruangan tv…kulihat kedalam tampaknya tidak ada orang….tangan ku kumasukkan kedalan terali jendala dan mencoba untuk membuka kunci pintu dari dalam..
Klek….pintu itu terbuka….dalam hatiku aku berfikir perbuatan ini sangat nekat karena jika tertangkap basah aku pasti mendapat masalah besar apalagi ini merupakan rumah seorang pejabat…tapi aku sudah terlanjur penasaran dan kepalang basah ya kulanjutkan kembali misi ku untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya di rumah ini…
Aku mendengar suara orang sedang bercerita….
“tadi itu siapa..?”
“teman kuliah pa…?”
“bukan pacar….”?
“bukan….suer deh…”
Kemudian aku mengintip keruangan itu dan ternyata Linda bersama ayah angkatnya sedang makan malam……
Tidak lama kemudian mereka selesai makan dan Linda membersihkan meja makan dan kemudian mereka keluar menuju ruang tamu….
Aku langsung cepat bersembunyi di ruangan tamu yang kebetulan lampunya mati sehingga tidak terlihat dari ruang televisi…
“Lin..jendela sama pintu sudah kamu tutup semua…?”
“sudah pa…?”
Tidak lama kemudian Linda datang dan langsung duduk disamping ayah angkatnya dan kepalanya disandarkan di bahu aya angkatnya itu….
Sambil menonton televisi mereka saling berpegangan tangan…dan aku tidak tahu apa yang mereka tonton karena televisix membelakangiku…jantungku berdegup kencang ketika kulihat tangan ayah angkatnya Linda menjalar kedada Linda dan mulai meremas-remasnya
dan nampaknya Linda sangat menikmati hal itu….
Desahan Linda cukup terdengar di telingaku karena tidak ada suara televisi ….
“Uhffff….ahhhhh….terus pa…..nikmat….”
Kemudian dengan lincah pejabat itu membuka baju dan bhx Linda…serta menurunkan celana pendek yang dipakai Linda….
Kini Linda hanya menggunakan cd tipis yang berwarna ungu…
Dia tampaknya pasrah dan menunggu apa selanjunya yang akan dilakukan padanya…..
Pejabat itu kemudian melepas pekainya sendiri sampai bugil…
Kini pejabat itu telah bugil dan tampak senjata itu berdiri tegak….tidak terlalu besar…kira2 13 centi…ukuran standar….
Sementara Linda masih bersandar disofa…..
Tak lama kemudian pejabat itu nai ke sofa dan mengarahkan senjatnya ke mulut Linda…dan dengan sigap Linda mulai melakukan tugasnya….
Linda mengecup kemudian dengan lembut dimasukkan kedalam mulutnya dan semua senjata itu bles masuk kemulut Linda hanya terlihat bulu pejabat itu yang menempel di hidung dan pipi Linda…
Sementara pejabat itu nampaknya sangat menikmatinya….
Hisap terus lin… jangan dilepas….terus…hisap yang kuat…….
Linda terus mengisap senjata itu…terlihat pipinya kempot…..sementara tangan yang satunya lagi …memilin-milin biji yang berada di bawah senjata itu….
Kemudian tidak lama kemudian pejabat itu mulai menggenjot pinggulnya sehingga kepala Linda mulai bergoyang maju mundur….
“ssshhhh ….nikmat lin….ahshhhh…uhhhhhhffff….terus sayang …..terusssssss….”
Pejabat itu kemudian mencabut senjatanya dari mulut Linda dan memasukkan kembali dengan kasar sehingga Linda tampak tersedak….namun pejabat itu tak peduli….
Terlihat mulut Linda yang kecil terlihat memerah karena sesaknya senjata yang masuk ke mulutnya….
Semakin lama genjotan pejabat itu semakin kencang kemulut Linda sampai akhirnya pejabat itu terlihat menenggang dan memasukkan dalam-dalam senjatanya kemulut Linda…
“ahhhhhhhhhh……ahhhhhhhh…..achhhhhh……..”
Nampaknya pejabat itu mengalami orgasme dan di memuntahkannya di mulut Linda yang paling dalam….dan nampaknya Linda sungguh menikmati hal itu….di terus menghisap senjata itu seperti tak mau melepaskannya sambil menelan seluruh sperma yang menyemprot tenggorokannya….
Linda terus menghisap senjata itu dan tampaknya pejabat itu mulai merasa geli dan akhirnya mencabutnya dari mulut Linda
Linda tampak kecewa ketika senjata itu di cabut….
Kemudian pejabat itu duduk disamping Linda…
“nikmat banget sedotan kamu sayang….”?
Linda tersenyum sambil terus memegangi senjata pejabat itu yang sudah mulai layu…
Sekitar sepuluh menit mereka bercerita sambil saling merangsang…..
Aku terus memandangi tubuh Linda yang begita indah….
Susunya masih mengkal…ukuran 32 B…putingnya berwarna pink dan kulitnya putih mulus tanpa noda….sementara kulihat cd ungu yang dia kenakan sudah sangat basah….
Tak lama kemudian Linda menarik pejabat itu ke lantai dan disuruhnya berbaring….dan Linda memulai kembali bergerilya….dia menjilat seluruh tubuh pejabat itu dari muluai leher sampai kelutut berulang-ulang….
Nampak pejabat itu menggelinjang kenikamatan dan senjatanya sudah mulai berdiri tegak kembali….lita mulai mengulumnya kembali dengan lincah…
Setelah itu Linda melepaskan cd ungunya dan kemudian berjongkok tepat diatas senjata itu……
Perlahan –lahan Linda mengarahkan senjata itu kesarang miliknya….
Blesss….senjata itu menghilang diantara pantat Linda….
Kemudian Linda mulai menggoyangnya dengan liar sementara pejabat it uterus meremas susu milik Linda…..
“ahh…..terus….enak banget sayang….goyang terus…..aku mau keluar nih…..”
kemudian Linda dengan cepat mempercepat goyangan itu …dan semakin liar….
“ohhh….ahhhh…ohhhh…uhfffff….” suara Linda terdengar..
“aku keluaaaar sayang……ahhhhh……achhhhhhh”
Pejabat itu nampaknya mengalamai orgasme yang kedua sementara Linda masih terus menggoyangnya karena Linda belum mengalami orgasme….
Aku menyaksikan kejadian itu sambil menservis sendiri senjataku by hand….
Terlihat nampaknya Linda kecewa dengan pejabat itu karena Linda belum puas sementara pejabat itu sudah lemas berbaring di lantai….
“Sory sayang ya papa keluar duluan habis kamu liar banget sih n punya kamu sempit banget jadi siapa yang bisa tahan di goyang kaya gitu….”
Aku mulai berfikir kotor untuk mencari kesempatan memuaskan Linda malam ini….
Namun aku kehilangan akal karena tidak lama kemudian mereka berdiri dan langsung masuk kekamar….
Aku kemudian bengong sendiri menyaksikan kejadian barusan sementara torpedo ku masih berdiri tegak….aku berjalan pelan ke arah tempat perang tadi….masih tercium aroma birahi yang kuat…kemudian aku servis tropedoku sendiri by hand dan memuncratkannya dilantai bercampur dengan sisa-sisa perang tadi….
Kemudian aku mulai bingung bagaimana caranya aku bisa mendapatkan Linda…
Yang ku tahu sekarang intinya Linda mempunyai nafsu yang sangat tinggi….

Akhirnya ak memutuskan untuk tidur dirumah ini karena tampaknya rumah ini hanya berisi dua orang sementara kamarnya cukup banyak….aku masuk kamar disebelah ruang makan dan tampaknya ternyata gudang….aku mulai menyusun rencana…..
Besok kalo tidak salah mahasiswa baru masuk kuliah jam 9.30…jadi aku bisa melakukkannya setelah pejabat ini berangkat kerja….
Aku pun tidur digudang sampai pagi….
Paginya aku terbangun cepat karena kebiasaan ku selalu bangun pagi namun belum terdengar suara apa apa….aku pun terus baring sambil waspada terhadap bunyi apapun kulihat sudah jam 7.30…tak lama kudengar suara langkah kaki menuju meja makan…Linda bersama pejabat itu sedang sarapan….setengah jam kemudian pejabat itu pamit..
“lin papa ke kantor dulu ya ntar siang kamu makan siang dirumah ya papa mau ambil jatah nih…”
“ok deh papaku sayang….ntar siang Linda puasin lagi….”
“ntar kalo kuliah pintu di kunci ya lin….papa berangkat dulu”
“siap bos…” Linda menjawab dengan manja….
Tak lama kemudian terdengar suara kaki Linda masuk kembali kekamar….
Aku pun keluar dari tempat persembunyianku….aku mulai berfikir bagaimana untuk memulainya,….
Terdengar suara air dalam kamar…
Linda sedang mandi tampaknya….
Aku pun ingin mandi rasanya karena sangat gerah kurasa….
Aku pun kearah dapur dan masuk ke kamar mandi belakang
Aku langsung melepaskan semua bajuku dan langsung mandi serasa rumah sendiri…
ketika sedang asyik mandi tiba-tiba pintu di gedor dari luar…
“hey sapa didalam…?”
Ternyata suara Linda dan aku mulai panik tidak karuan….
“papa ya….? Jawab donk”
Aku pun nekat dalam keadaan bugil langsung ku buka pintu dan Linda tampak sangat terkejut….kak dwi….!!!!!!!?
Aku langsung menarik Linda kekamar mandi dan langsung memeluknya sementara dia masih menggunakan handuk karena baru selesai mandi….….
“kak…lepasin…?” nampak linda mulai menjerit..
Aku pun langsung melumat bibir sementara tanganku manarik turun handuknya…
Linda terus meronta mendorong ku namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan dekapan ku….
“kak…ssshhhh…uhffff….sudah kak….aku ini istrinya orang….”Linda mulai mendesah..
Aku langsung terkejut dan melepaskan dekapan ku..
“maksudnya…? Kamu istrinya siapa…?”
Nampak Linda tertunduk malu….
”panjang ceritanya kak…okelah saya ceritakan semuanya tapi jangan disini kak kita keruangan televisi saja terus kakak pake baju dula ah…”kemudian Linda keluar kamar mandi dengan bugil karena handuknya basah jatuh ke lantai..
Aku pun memakai baju ku dan langsung keruangan televise…
“tak lama kemudian Linda keluar menggunakan daster tipis dan sepertinya tidak menggunakan bh karena benjolanya terlihat jelas….
“Ok kak sebelum saya menjelaskan semuanya saya mau Tanya gimana kakak bisa mandi pag-pagi di sini …?”
Aku pun menceritakan yang sebenarnya mengenai kejadian tadi malamdan alasan kenapa sampai begini karena eku begitu mencintainya dan penasaran dengan semua misteri tentangLinda…
“jadi kakak sudah tau semua donk…”
“iya tapi belum jelas alur ceritanya…cuman yang hot-hot aja yang tau” jawabku sambil tersenyum…
“ah kakak jadi ga enak nih…”
Lalu Linda menceritakan masalah yang sebenarnya…
Linda ternyata gadis desa yang dinikahi oleh pejabat ini secara sirih karena orang tuanya terbelit hutang… dan Linda pun tidak keberatan karena dia ingin membantu orang tuanya…
Namun dia dipaksa untuk mengaku jadi anak angkat pejabat ini….
”Oh… begitu ya…sory kalau saya jadi buat kamu sedih lin…”
“nggak kak aku bahagia kok…sekarang hidupku berubah seratus persen penuh dengan kemewahan….”
Kami pun saling diam entah apa yang saling kami pikirkan….
Tidak lama kemudian Linda mendekat dan langsung memegang senjataku yang masih tertidur…
“kakak kan udah liat semuanya tadi malam jadi tolong kakak jangan cerita sama siapapun ok…n sekarang kakak tolong puasin saya karena tadi malam saya belum puas….n kakak nanti saya servis full…”
“Ok…tapi tunggu dulu…kamu kok bisa jadi seberingan begini padahal kan kamu baru berapa bulan di kota….”
“iya kak tapi saya selalu di suruh nonton film blue untuk belajar katanya bapak…n ternyata bapak ga sanggup puasin saya…”
“ok tapi tapi ada aturan mainnya kamu bakal puas saya jamin tapi turutin apa yang saya bilang ok…”
“ok kak….deal…”
“sekarang kamu lepas daster kamu n cd kamu terus berdiri di depan saya….”
Linda pun melepakan dasternya dan berdiri di hadapan ku persis bulu-bulu halus di hadapan mataku…
Aku pun memandanginya penuh kagum…tubuhnya putih mulus….toketnya kencang dan masih mengkal…kemudian bulunya tipis dan uhffff ……….pahanya putih mulus……
“cepet donk kak jangan cuman diliatin ga tahan nih….”
Gila nih anak nafsunya tinggi banget…
“ntar dulu mau puas ga..?”
“sekarang kamu berbaring dilantai….”
Linda pun menurut….
“buka pahanya lebar-lebar….”
Woooouwww mhemek nya merah muda……..dan nampak cairan bening disekeliling klitorisnya….
Linda memejamkan matanya….aku segera melantai dan duduk disampingnya…
Mulai ku kecup keningnya terus turun…ku jilat semua bagian mukanya..sampai kebelakang telinganya…..
“ahhhhhh….kaaakk….ampun kakkk…..uhhhhhffffff…..shhhhhh”
Kemudian kulumat bibirnya dan Linda pun langsung membalasnya dengan beringas….
Kemudian jilatan ku mulai turun ke leher….sampai ke dadanya dan kujilat di sekitar puting nya hampir lima menit….
“ ahhhhh…kakk….terus kak….nikmat……”
Kemudian kujilat lagi bagian perutnya dan kumainkan di sekitar pusat….nampak Linda menggelinjang kenikmatan dan aku pun terus melanjutkan permainanku….
Kuturunkan jilatan ku ke bagian paha sampai keselangkangan….linda pun menjerit nikmat…..
Kemudian ku pandangi lubang kecil berwarna merah muda dan kusentuhkan hidungku di lubang tersebut….harum sekali…nampaknya Linda sangat merawat bagian yang satu ini…
“ohhhhh…..kak…..sudah kakk…….ahhhhhhh”
Lalu mulai kumainkan lidah ku dilubang itu dan sesekali ku dorong lidahku agak kedalam….
Linda menjambak rambutku dengan erat nampaknya dia sudah mau klimaks dan semakin lincah ku goyangkan lidah ku di lubang itu…..
“kak…aku mau keluarrrrrrrr…..ga tahan…….ouhhhhhhhhh…..aaahhhhhhhhhhhh…..”
Linda mencengkram rambutku dan cairannya dengan deras keluar….banyak sekali dan rasanya sungguh nikmat…..kujilat semunya cairan cinta Linda sampai bersih,….
“ohhhhh kakk……nikmat banget……cape kak……ohhhhhhhh…..”
Linda terus meracau sambil menarik rambutku….
Kemudian aku duduk disamping nya…..aku masih berpakaian lengkap…..
“lin sekarang kamu balik tengkurap…..”
Aku pun melepaskan semua pakaian ku…dan duduk mengangkang di hadapan mukanya…
Tampak senjataku berdiri tegak…
”hahhhh….kak gede banget……gila ….hitam banget lagi….”
Ya ukuran penisku memang tergolong besar 17 senti karena aku mengunakan ramuan untuk memperbesar alat kelamin….
“sekarang kamu jilatin dulu mulai dari bijinya sampai ujung batang nya…..”
Linda pun menurut …..sambil tengkurap dia melaksanakan tugasnya……..
Lidahnya sangat lincah….dia mempermainkan batang kemaluahku sampai keujung nya….
Ahhhhh. Lin enak banget jilatan mu….
Kemudia Linda mulai memasukkan senjataku kedalam mulutnya dan dia memaksa untuk memasukkan seluruhnya…….
“oooucchhhh….ah…..hangat banget lin…terus lin sampai dalam…..”
Linda pun meneruskan sampai bibirnya tersandar di batang kemaluanku….
Terasa ujung senjataku menyentuh bagian dalam tengorokannnya dan seperti di pijit-pijit….
Linda pun mengocoknya menggunakan mulutnya…….
“ahhhh.lin….hisap yang kuat lin…….enak banget mulutmu……”
Linda mempercepat hisapan nya seperti kesurupan karena nampaknya Linda sangat terangsang…..
Akhirnya akupun menyuruhnya menungging seperti gaya dogy style dan kutancapkan senjataku kemulutnya dan terus ku pompa….nampak matanya memerah karena ku pompa sangat cepat…..dannnnn…..
“lin saya keluar linnn……hisap yang kuat linnnn…..”
“oooohhhhhhhhhhhhh……ahhhhhhhhhhhhhhhhh……….hhhhhhhh hhffffff”
Aku pun memuncratkan spermaku di mulutnya….dan Linda langsung menela semua spermaku…….
Linda terus membersihkan senjata ku hingga bersih dan senjataku masih tegak berdiri….
“kak kok masih tegak sihh…”
“itu tandanya masih mau lin…..”
Aku pun menyuruh Linda menjilat biji….
Tak lama kemudian setelah kurasa cukup tenaga ku aku pun menyuruh Linda terlentang kemudian kuarahkan senjata ku lubang kecil itu…
“pelan-pelan kak sakit….punya kakak besar banget…..”
Aku pun medorong pelan-pelan sambil ku maju mundurkan….
“sempit banget punyamu lin….gila bisa lecet punya ku…..”
“ahhhhh kakkk….sakit….pelan-pelan kak….uhfffff….terus…..nikmat kakk…..”
Aku pun terus mendorong senjata ku hingga mentok kedalam kemudian ku diamkan beberapa saat didalam supaya Linda dapat beradaptasi dengan besarnya senjataku…
“Kak cabut kak agak sakit….”
Aku pun macabut nya kemudian memasukkan kembali pelan pelan dan nampaknya Linda mulai menikmati karena mulai menggoyang kan pinggulnya mengikuti irama goyangan ku….
“huffffff…..terus kak…..konthol kakak enak banget…..ahhhh……”
Aku pu memompanya denga irama…kurasakan kothol ku serasa dipijat-pijat dan sangat hangat cairan nafsu milik Linda..
“ahhhh…kak Linda ga tahan…..enak kakk…….teruss….”
Linda memelukku erat dan mengangkat pingguknya agar senjataku full kandas di memhek nya…..
“ak aku keluar……ahhhhhhh……..hufffffff……..enak kakkk….”
Linda mencakar punggungku sambil mengejang dan terasa caira cinta yang begitu hangat membasahi sejataku….
Aku pun mencabut senjata ku dan kemudian mengambil tisu dank u lap sampai kering memhek Linda….
“kak kok di lap sih..?
“biar seret lagi….abis memhek mu enak banget sih….”
“sekarang kamu tengkurap….”
Linda pun tengkurap dan aku pun mulai mengarahkan senjataku ke memheknya Linda….
Gila sempit banget karena posisi Linda tengkurap dan kakinya lurus sehingga senjataku melesat melalui belahan pantanya dan kemudian masuk ke memhek Linda…memang tidak masuk semua namun sensasinya luar biasa…
“kak…sakit…..terus kak…..enak banget…..tusuk yang dalam…..uhhfffff…..”
Aku pun mlai mengoyang kembali dan nampak memhek Linda basah kembali dan dengan lincah senjataku ku tarik maju mundur…..sementara tanganku meremas remas punggungnya……
Hampir sepuluh menit kugoyang dan Linda sudah basah dengan keringat sekujur tubuhnya dan itu membuat dia tambah seksi…..
Lalu kusuruh linda duduk di sofa dan kakinya diangkat keatas sehingga memheknya terpampang jelas…..
Ku tusuk dengan kothol ku….
“ahhhh enak banget kakk……tersusin kak….jangan berhenti….”
Aku pun terus memompanya dengan irama yang lembut…..
Bulir-bulir keringatku barjatuhan dipaha Linda….
“kak terus kak…aku udah ga tahan nihhh….”
“lin aku juga…..mau keluaarrrrr…….uhhffffff….keluarin dimana…..?”
“di dalam aja kak…….ga papa…….”
Aku pun memompa dengan cepat………..uhfff…..
“aku keluar kakk………uuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhffffffffff………ahhhhhhh hhhhhhh”
aku terus memompa dan akhirnya….
“aku keluar lin…..”
Ku tancapkan dalam dalam senjataku…..
“ohhhhh……ahhhhhhh……ahhhh…..uffffffhhhhh….”
Spermaku pun membanjiri rahim nya……
Jangan di cabut kak…..biarin dulu……
Terasa konthol ku seperti di urut-urut didalam…..
Kemudian kucabut konthol ku dan sperma ku meleleh keluar dari memhek Linda….
Linda pun tampaknya kelelahan…..
Aku pun duduk disampingnya……..
“lin enak banget memhek mu…”
“konthol kakak juga enak banget….bener=bener puas…..baru kali ini saya nikmatin enaknya beginian”
“jam berapa suamimu pulang…”
Linda melihat jam diding….
“Jam sebelas….setengah jam lagi”
“Ok deh aku pulang dulu yah….”
“jangan kak…sembunyi aja dulu ntar kalo bapak kekantor lagi kita lanjut lagi….”
“trus saya sembunyi dimana…?”
“di kamar aja ntar kakak nonton aku main sama bapak….?
Ok deh dan aku bersiap untuk sembunyi dikamar….








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.