Kontol Keponakan

14 12 2010


Perkenalkan namaku Emi. Umutku 36 tahun dan saat ini sedang bekerja di salah satu pusat perbelanjaan megah di Jakarta. Kata temen kantorku, aku tergolong tante – tante yang seksi, montok, bahenol, dan sangat cantik nggak kalah dengan para artis yang sering muncul di TV. Meskipun usiaku baru sudah 36 tahun, namun kulitku masih tetap mulus dan putih dengan ukuran buah dada 38. Aku kelihatan sangat sexy apabila memakai kemeja suamiku.
Dalam cerita seks kali ini, aku ingin menceritakan tentang keponakanku yang perkasa. Namanya Alex, usianya baru 16 tahun. meskipun usianya baru 16 tahun, Alex terlihat sangat dewasa karena tubuh bongsornya dan otot kekarnya yang keluar di tangan kanan dan kirinya. Baca entri selengkapnya »





Pesta sex di kolam renang

10 12 2010

Hari itu jumat 3 desember 2009,aku pergi ke puncak bersama Keluarga.Namu bukan keluarga inti.Hanya bersama Tante saya 3 orang yang cantik-cantik.Pukul 07.00 saya sudah bangun dan bersiap-siap mandi dan membereskan barang bawaan yang akan dibawa.Tepat pukul jam 08.30 Tante saya yang bernama Dina mengsms saya,”Cris tante jemput jam 09.00 yaaa,jangan telat”.Saya pun membalasnya akan datang tepat waktu.Perlu saya deskripsikan ketiga tante saya ini.Yang pertama bernama tante Dina dia berumur 36 tahun,tinggi badannya sekitar 170 an (mantan Peragawati),Ukuran dadanya yang membuat saya menelan ludah yaitu 36b dia sangat berpengalaman dalam urusan sex.Yang kedua tante Mira umurnya 39 tahun tinggi badannya 175,walaupun sudah agak tua,tp dia masih seksi dengan ukuran dadanya yang masih kencang yaitu 34b.Yang terakhir tante Lina yang termuda yaitu 34 tahun dengan tinggi 165 serta ukuran dada 36b,Khusus Tante Lina,saya sudah sering bermain sex dengan dia sewaktu tante Lina berkunjung kerumah.Tante Lina adalah seorang wanita hypersex karena bisa bermain berkali-kali. Baca entri selengkapnya »





Anaku Pinter Ngentot

19 10 2010

Sudah seminggu Sandi menjadi suamiku. Dan jujur saja aku sangat menikmati kehidupan malamku selama seminggu ini. Sandi benar-benar pemuda yang sangat perkasa, selama seminggu ini liang vaginaku selalu disiramnya dengan sperma segar. Dan entah berapa kali aku menahan jeritan karena kenikmatan luar biasa yang ia berikan.

Walaupun malam sudah puas menjilat, menghisap, dan mencium sepasang payudaraku. Sandi selalu meremasnya lagi jika ingin berangkat kuliah saat pagi hari, katanya sich buat menambah semangat. Aku tak mau melarang karena aku juga menikmati semua perbuatannya itu, walau akibatnya aku harus merapikann bajuku lagi.

Malam itu sekitar jam setengah 10-an. Setelah menidurkan anakku yang paling bungsu, aku pergi kekamar mandi untuk berganti baju. Sandi meminta aku mengenakan pakaian yang biasa aku pergunakan ke sekolah. Setelah selesai berganti pakaian aku lantas keluar dan berdiri duduk di depan meja rias. Lalu berdandan seperti yang biasa aku lakukan jika ingin berangkat mengajar kesekolah.

Tak lama kudengar suara ketukan, hatiku langsung bersorak gembira tak sabar menanti permainan apa lagi yang akan dilakukan Sandi padaku.

Masuk.. Nggak dikunci, panggilku dengan suara halus.

Lalu Sandi masuk dengan menggunakan T-shirt ketat dan celana putih sependek paha.

Malam ibu… Sudah siap..? Godanya sambil medekatiku.
Sudah sayang… Jawabku sambil berdiri.

Tapi Sandi menahan pundakku lalu memintaku untuk duduk kembali sembil menghadap kecermin meja rias. Lalu ia berbisik ketelingaku dengan suara yang halus.

Bu.. Ibu mau tahu nggak dari mana biasanya saya mengintip ibu?
Memangnya lewat mana..? Tanyaku sambil membalikkan setengah badan.

Dengan lembut ia menyentuh daguku dan mengarahkan wajahku kemeja rias. Lalu sambil mengecup leherku Sandi berucap.

Dari sini bu.. Bisiknya.
Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.